Ilmu Saham | ISX Stock Market Resource Center

Kesalahan Mematikan yang Mungkin dilakukan oleh Trader

Posted in Investing Experience, Shared Lessons Learned by ilmusaham on December 25, 2008

Source:  Satrio Utomo

Kesalahan mematikan adalah kesalahan yang membuat seorang pemodal kehilangan total atas ekuitas yang diinvestasikan di pasar modal. Kesalahan mematikan yang bisa dilakukan oleh seorang investor hanya satu: Investasi dengan menggunakan fasilitas margin tanpa didukung oleh adanya jaminan yang memadai. Akan tetapi, bagi seorang trader yang kondisinya lebih beresiko karena modal yang lebih kecil, jangka waktu investasinya yang pendek, padahal memiliki target keuntungan yang lebih besar. Dari pengamatan saya atas banyak sekali trader yang saya temui.. (dan berdasarkan referensi yang saya baca juga), saya melihat bahwa ada beberapa kesalahan standar yang sering kali dilakujkan oleh seorang trader. Kesalahan yang mematikan ini adalah sebagai berikut:

· Melakukan transaksi bukan berdasarkan atas prediksi sendiri
Never show up in a gunfight with a dull knife. Melakukan posisi trading dengan tanpa dibekali dengan prediksi sendiri yang akurat itu sama saja dengan menantang berkelahi orang memegang pistol, sedangkan anda sendiri tidak memiliki senjata apa-apa! Jika anda ingin posisi yang aman, jadilah investor. Carilah emiten yang memiliki prospek bagus untuk jangka panjang, beli, kemudian simpan. Jika anda ingin aman, jangan mencoba-coba untuk melakukan posisi trading! Trading itu jauh lebih beresiko, terutama jika dilakukan dengan hanya mengandalkan berita, info, rumor yang anda sendiri tidak tahu kebenarannya. Transaksi berdasarkan pendapat orang lain membuat anda tidak berada dalam kontrol atas resiko anda sendiri. Dan berita buruknya: Ketika harga berbalik arah, orang yang memberikan anda info/rekomendasi/berita/rumor pasti akan menghindar ketika minta pertanggung jawaban. Seorang trader yang sukses harus melakukan transaksi berdasarkan prediksinya sendiri demi tercapainya pengendalian resiko yang optimal. Uang yang anda gunakan untuk investasi, itu dicari dengan susah payah. Bursa terlalu penuh oleh orang yang selalu berusaha mengambil uang itu, didalam kelengahan anda. Akan tetapi, kemampuan untuk memprediksi yang baik bukanlah suatu hal yang bisa diperoleh dengan mudah. Perlu tekad yang kuat, perlu kerja keras, dan perlu disiplin dalam belajar. Sudah begitu, anda perlu mengetahui jalan yang benar untuk belajar dalam memprediksi pergerakan harga saham. Dari pengalaman kami dalam melatih investor awam atau seorang account officer yang baru, cara paling cepat untuk bisa mempelajari prediksi dengan presisi tinggi, memang hanya bisa diperoleh dengan menggunakan analisis teknikal. Lagian, posisi demografis Indonesia yang tersebar, membuat transaksi berdasarkan atas informasi menjadi handicap bagi mereka yang tinggal jauh dari hinggar binggar kota Jakarta. Bayangkan, ketika pelaku pasar di daerah SBCD Sudirman sudah menikmati Koran Kontan pada jam 6.15, jauh sebelum perdangang di lantai Bursa Efek Indonesia dibuka. Disisi lain, di kota Malang, Jawa Timur, Koran Kontan terbaru pada jam 16.15 sore hari setelah bursa tutup, kadang kala adalah Koran Kontan di hari kemarin! Sebenarnya, dengan membaca buku yang benar, berlatih setiap hari, dan mereview setiap prediksi dua – tiga bulan setelah prediksi dibuat, seseorang bisa memprediksi dengan ketepatan 6 prediksi benar dari 10 prediksi, dalam waktu kurang dari 6 bulan. Meskipun demikian, diktum bahwa harga saham bergerak secara random memang telah membuat orang sering kali terlalu skeptis mengenai kebenaran bahwa harga saham itu bisa diprediksi dengan probabilitas yang tinggi.

· Selalu ingin tahu lebih dalam tentang mengapa harga bergerak
Aku berpikir maka aku ada. Itu adalah pernyataan dari seorang filsuf Prancis, Rene Descartes di abad ke 17. Pernyataan ini memancing manusia selalu selalu berpikir mengenai apa dan mengapa sebuah kejadian terjadi, termasuk diantaranya mengapa harga bergerak, mengapa harga naik, mengapa harga turun, dan sebagainya. Ini berita buruknya: mengingat sebagai seorang investor retail yang kecil, kita selalu berada dirantai paling dasar dari rantai makanan, maka selalu mencari rasionalitas atas segala pergerakan harga akan selalu membuat kita selalu terlambat dalam bereaksi terhadap pergerakan harga! Dalam beberapa hari terakhir di bulan Oktober ini saja, saya kira banyak dari anda semua yang merasa seperti ini: Ini benar-benar gila. Semua berita masih jelek. Rupiah masih terus bertengger diatas Rp10.000 per US$ akibat ketidakpercayaan pasar setelah kasus Indover, Issue Subprime di Amerika juga terlihat masih belum selesai, harga komoditas juga masih bertahan di kisaran rendah, belum lagi kejelasan mengenai berbagai permasalahan yang menimpa grup Bakrie, sepertinya juga masih belum menujukkan titik terang. Padahal, kalau kita lihat realitasnya sesuai dengan posisi harga penutupan pada hari Jumat lalu: Harga saham Astra International, Bank Rakyat Indosia, PT Bukit Asam, dan PT Astra Agro Lestari sudah mencatatkan kenaikan harga lebih dari 25% jika dilihat dari titik terendahnya. Dan ELTY – Warrant, salah satu derivatif dari saham grup Bakrie, bahkan sudah sempat mengenyam harga tertinggi di level Rp 35 per lembar saham, atau sudah naik lebih dari 4 kali dari level terendahnya di harga Rp 8 per lembar saham!!
Ketika anda memutuskan untuk menjadi seorang trader, anda harus ikhlas untuk menerima kenyataan bahwa mengetahui kemana harga bergerak itu lebih penting dari pada informasi apa yang mendasari pergerakan suatu harga. Dan posisi beli dan jual yang harus anda lakukan adalah beli ketika arah pergerakan harga terlihat akan bergerak naik, dan jual ketika pergerakan harga terlihat akan bergerak turun! Alasan mengapa anda melakukan beli atau jual? Nanti… nanti mungkin baru akan terlihat. Sejalan pergerakan waktu.

· Berganti jangka waktu
Berganti jangka waktu ini adalah apa yang sudah kita bahas dalam tulisan saya yang pertama. Rencananya sih one day trading. Tapi, karena posisi di hari itu under water (rugi tipis, barang satu atau dua poin), jadi posisinya kemudian ditahan. Setelah dua – tiga hari, harga bergerak semakin turun. Rugi semakin dalam. Posisi kemudian diubah menjadi investasi. Padahal dalam melakukan pembelian, trader ini menggunakan rekening margin. Menurut pengamatan kami, kejadian seperti ini adalah pembunuh terbesar dari trader yang mencari peruntungan di Bursa Efek Indonesia. Untuk mengatasi hal ini, seorang trader memang harus disiplin. Disiplin memang adalah salah satu kunci sukses dari seorang trader.

· Salah mengartikan kemenangan
Salah satu pertanda dari market yang bullish terlalu lama adalah munculnya orang yang berhasil meraup kekayaan dari pasar modal. Trader yang sukses, begitu mereka menyebut dirinya. Trader yang sukses ini kemudian membuat success seminar dimana setiap orang yang berminat dikenai biaya yang sangat tinggi. Perlu diingat bahwa pembuktian sebenarnya kepandaian seorang trader adalah disaat koreksi tajam seperti yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Koreksi tajam seperti apa yang terjadi belakangan ini adalah penyaring yang bagus antara mereka yang pintar dan yang beruntung. Yang pintar akan tetap bisa exist dalam posisi kerugian yang minim. Sedangkan mereka yang hanya beruntung, sudah dipastikan akan habis tersapu oleh ‚tsunami pasar modal’. Apa yang bisa dilakukan? Menilai orang lain itu gampang. Tapi menilai diri sendiri itu jauh lebih sulit. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melihat track record dari trading anda. Jadikanlah setiap posisi trading yang anda lakukan sebagai jejak anda. Catatlah setiap posisi: mana posisi yang untung, mana posisi yang rugi, berapa keuntungan/kerugian yang anda dapatkan, berapa jangka waktu menyimpannya (holding periods-nya). Ingat: tujuan anda adalah trading untuk mencapai keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu sesingkat-singkatnya. Jadi anda tinggal melihat: berapa posisi untung jika dibandingkan dengan posisi rugi, berapa rata-rata keuntungan yang anda bisa dapatkan untuk setiap N posisi (misalnya 10 posisi, atau 20 posisi), berapa rata-rata kerugian yang anda harus bayar untuk setiap posisi cut loss yang anda lakukan, dan berapa rata-rata holding periods untuk setiap posisi untung. Trader yang pintar adalah trader yang lebih banyak memiliki posisi menang dibandingkan dengan posisi kalah, mampu melakukan ‚let the profit run and cut the losses short’, dan dengan holding periods yang sependek mungkin.

· Menghitung keuntungan
Ketika berinvestasi di pasar modal, seorang pemodal selalu membandingkan keuntungan yang bisa didapat dengan alternatif investasi yang lain, seperti tabungan atau deposito. Kondisi ini membuat seorang trader cenderung untuk melakukan aksi ambil untung jika posisinya telah mencapai tingkat keuntungan tertentu. Bisa 10%, bisa 15%, bisa juga 20%. Anda tahu? Perilaku seperti ini bisa membuat membatasi keuntungan anda. Padahal, aturan mainnya adalah: beli ketika harga akan bergerak naik dan jual ketika harga akan bergerak turun. Selama tidak ada tanda bahwa harga akan bergerak turun, sebaiknya tidak perlu anda melakukan posisi jual. Let the profit run. Begitu yang biasa dikatakan oleh orang.

· Gagal untuk Cut Loss dalam kerugian yang minim
Ketika sudah menjadi kaya, orang akan takut untuk kembali menjadi miskin. Ini yang membuat seorang pemodal tidak mau mengambil posisi cut loss. Berita buruknya: pergerakan harga saham itu bisa naik dan bisa juga turun. Selain itu, harga saham memiliki sejarah yang panjang untuk bergerak lebih lebar dari pada yang diperkirakan. Ketika harga akan bergerak turun, buat apa kita masih melakukan hold posisi? Kalau bisa sih, malah posisi short yang harus diambil! Cut your loses short. Itu yang sering dikatakan oleh para trader yang baik.

‘Rencana Trading’ (trading plan): Solusi dari semua permasalahan
Setiap investasi itu sebaiknya dilakukan berdasarkan perencanaan. Perencanaan ini diperlukan mengingat semua kegiatan investasi memiliki resiko kerugian. Ketika mendirikan sebuah toko misalnya, seorang pemodal akan membutuhkan sebuah perencanaan yang detail mengenai barang apa yang akan dijual, bagaimana layout dari toko, berapa jumlah karyawan, bagaimana proses perijinannya, dan masih banyak lagi lainnya. Ringkasnya, untuk membuka sebuah toko, seorang pemodal membutuhkan waktu setidaknya tiga sampai enam bulan (atau bahkan juga bisa lebih) jika dihitung dari saat munculnya keingingan untuk membuka toko, hingga toko tersebut berjalan. Kondisinya berbeda jika seorang pemodal berkeinginan untuk melakukan transaksi saham. Pemodal tinggal membuka account di sebuah perusahaan sekuritas, setor dana, dan kemudian bisa langsung melakukan transaksi saham. Beli – Jual. Untung – Rugi. Proses itu bisa selesai dalam waktu satu – dua hari, jika semua persyaratan sudah lengkap. Intinya: Dibandingkan investasi di pasar modal, investasi sektor riil terasa lama dan ribet. Investasi pasar modal: cepat, mudah. Kemudahan dan kecepatan yang melekat pada investasi pasar modal inilah yang kemudian membuat pemodal lupa untuk membuat perencanaan. Seorang trader sebaiknya juga membuat sebuah rencana trading (trading plan). Trading plan adalah sebuah perencanaan mengenai saham apa yang akan diamati, bagaimana kondisi yang membuat trader tersebut membeli saham tersebut (entry) dan bagaimana kondisi yang membuat trader tersebut melakukan posisi jual (exit). Exit dalam artian jual dalam posisi profit taking, maupun jual dalam posisi rugi (cut loss). Pada trading plan ini, setiap trader harus menghitung reward to risk ratio (rasio yang membandingkan kondisi jika saham yang dibeli dijual pada target harga profit taking dibandingkan dengan kerugian yang harus dibayar jika harga dijual pada harga stop loss) sehingga ia selalu mengetahui resiko yang dihadapinya setiap melakukan trading entry.

Keputusan untuk menjadi seorang Pemodal di Bursa Efek Indonesia, bukanlah keputusan mudah. Dan sebelum anda berkecimpung, sebaiknya semenjak awal anda sudah menentukan dulu, apakah anda mau menjadi investor yang baik, atau menjadi trader yang pintar. Tidak ada pilihan lain diluar dua pilihan tersebut. Bursa terlalu penuh dengan orang-orang yang siap untuk mengambil uang yang anda miliki ketika sedikit saja anda lengah. Jika anda menginginkan resiko yang rendah, jadilah investor yang baik. Pilih saham dari emiten yang memiliki prospek jangka panjang yang bagus, beli, kemudian simpan. Akan tetapi, jika anda untuk memutuskan menjadi trader, jadilah trader yang pandai. Beli ketika harga akan bergerak naik, dan jual ketika harga akan bergerak turun. Jadilah trader yang disiplin, mau untuk terus belajar, mau untuk terus bekerja keras, menempa diri untuk menjadi yang terbaik. Tidak ada yang hadiah gratis dari lantai peredagangan Bursa Efek Indonesia. Tidak cukup hanya keberuntungan untuk bisa menjadi ‚Kaya dari Pasar Modal’.

Happy Trading, Semoga Untung!!!

(Tulisan ini terinspirasi oleh 7 Deadly Sin of Traders and how to combat them, salah satu bab dari buku Master Day Trader, karangan Oliver Velez dan Gregg Capra)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: