Ilmu Saham | ISX Stock Market Resource Center

Pengalaman Investasi ER – Sebuah Pengakuan

Posted in from CLUB, Investing Experience, Shared Lessons Learned, Trading Resources by ilmusaham on March 14, 2008

Salah satu pengalaman ER beli Reksadana. Pernah turun sampai 20%. Dibiarin aja. Laporan bulan kemarin sudah naik lagi 64% dari modal (berarti naik 100% dari harga waktu turun). Nggak tahu sekarang menjadi berapa. Nggak pernah dilihat kecuali kalau terima laporan bulanan.

Ada juga Reksadana yang kurang berisiko. Sudah cukup lama. Gak pernah dilihat juga. hasilnya diatas bunga deposito.

Pernah juga sudah untung jadi rugi karena setelah naik terus turun secara rush. Agak panik. Keluar dengan rugi. Kalau dibiarin mungkin sekarang sdh berlipat-lipat karena simpannya di Schroder Citibank.

Reksadanapun kadang-kadang kita tidak terlepas dari fear dan greed. But we only human being yag tidak bisa terlepas dari sifat-sifat tersebut

Ada lagi pengalaman menarik. Beli tanah tahun 1980 dipinggir kota Jakarta pada waktu itu (sekarang sudah bukan pinggiran lagi). Harganya Rp 5 rb/m. Jalan masih tanah, belum ada listrik, belum ada tilpon belum ada rumah sekitarnya. Jalan dibikin Pemda, harga naik. Listrik masuk harga naik. Rumah tinggal bermunculan harga naik, tilpon masuk harga naik. 3 tahun lalu dijual Rp1,5/juta per m. Jadi cukup berhasil. Lalu sebagian hasilnya sebagian dipakai beli kebun diluar kota. Sampai sekarang harganya belum naik-naik. Malah hasil kebunnya dicuriin dan bikin repot. Investor kacilakaan? (Untuk menghibur diri maka saya bilang “Ini kan untuk cucu2 saya kalau sudah dewasa”. Maksudnya positive thinking hehe)

Eyang putri dari hasil praktek dokternya beli emas gram demi gram.
Berapa harga emas sekarang?

Yang ER sampaikan hanya merupakan cara berinvetasi tidak menaruh telur dalam satu keranjang dan tidak terlepas juga dari resiko.

Trading? Jalan terus dong. Cari jalan terus bagaimana membuat High Risk Trading menjadi Low Risk Trading dengan tidak pernah berhenti belajar menghindarkan resikonya. Learning is never ending process. I like trading, I love trading untuk dipergunakan sebagai pengganti setelah kerjaan sekarang selesai dan masa pensiun benar-benar sudah datang.
Mengapa suka? Karena saya suka reward yang diberikannya, apalagi kalausudah bisa pensiun benar-benar trading bisa menjadi lebih fokus (ini untuk membesarkan hati para pensiunan – asal belajar).

Mengapa saya suka mengajar? Karena dengan mengajar kita harus belajardan menimba pengalaman terus dari trading yang saya laksanakan. Maludong kalau kita ditanya murid gak tau apa-apa. Dengan belajar terusuntuk persiapan mengajar maka senjata trading saya bertambah terus. Maka yang saya berikan dalam pelajaran adalah ilmu dan hasil pelajaran yangsaya peroleh dari praktek trading, bukan hanya teori. Dalam praktek
ini saya resikokan uang saya sehingga merasakan secara psikologis suasana trading dengan fear dan greednya. Pelajaran inilah yang paling mahal yang saya berikan pada pengikut-pengikut program training kita, terutama agar mereka tidak jatuh kepada kesalahan atau kekeliruan yang saya alami didalam trading. Jebolan program pendidikan kita, kita harapkan nantinya menjadi para Great Trader. Waktu jaman saya mulai trading, pendidikan semacam ini masih kurang sekali.

Semua ini hanya sebuah pengakuan and last but not least, terimakasih kepada Tuhan yang telah memberikan kehidupan kepada kita dengan segala sesuatu yang kita alami didalamnya dan terimakasih tentunya terhadap seluruh berkat yang telah diberikanNYA kepada kita semua. Jangan berhenti berdoa.

GBU all

Source:

Soeratman Doerachman <ratman@cbn.net.id>
Date: Thu, Mar 13, 2008 at 5:03 PM

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: