Ilmu Saham | ISX Stock Market Resource Center

Sukses Berinvestasi Ala Buffet

Posted in from CLUB, Investing Resources by ilmusaham on March 13, 2008

SUKSES BERIVESTASI ALA BUFFETT

Diringkas oleh “SuWARENo BUdi FETiyoso”

1. PILIHLAH KESEDERHANAAN BUKAN KOMPLEKSITAS

Banyak orang percaya bahwa berinvestasi di pasar modal itu rumit, misterius dan penuh resiko, sehingga hanya mereka yang berpengetahuan dan berpendidika tinggilah yang mampu melakukannya. Seringkali mereka jadi tergantung pada rumus-rumus matematika rumit, program computer yang canggih, grafik dan analisa teknikal yang sulit. Warren Buffet telah menunjukkan bahwa semua hal itu hanyalah mitos.

Prinsipnya dalam memilih suatu saham amat sederhana, yaitu pilihlah saham dari perusahaan yang bisnisnya solid, mudah dipahami, telah bertahan lama dan terbukti menguntungkan. Ia tidak pernah berinvestasi pada bisnis yang tidak ia pahami. Misalnya perusahaan dotcom atau hitech, akan dihindarinya. Prinsipnya adalah cari perusahaan yang bagus fundamentalnya, dikelola oleh tim yang solid dan jujur, serta harga sahamnya dibawah harga seharusnya.

2. PUTUSKAN SENDIRI INVESTASI ANDA

Waren yakin bahwa tiap orang bisa sukses berinvestasi tanpa bantuan pialang, pakar pasar modal dsb. Alasannya, investor atau pakar professional ingin menumbuhkan anggapan bahwa berinvestasi di pasar modal terlalu rumit bagi kebanyakan orang, karena ini berarti bagus bagi bisnis mereka. Berapa banyak kita dengar bawa seseorang yang mempercayakan uang pensiun atau tabungannya yang menyusut banyak gara-gara dipercayakan kepada pialang atau manajer investasi yang bertransaksi sebanyak banyaknya pada saham yang salah untuk mengejar komisi ?

Cuma diperlukan sedikit pengetahuan akuntansi dan pasar keuangan untuk bisa menemukan saham yang dalam istilah Buffett ”mencari selembar uang Dollar yang dijual seharga 40 sen“. Hal ini berarti tiap orang perlu fokus pada investasi nilai, tanpa harus tergantung pada orang lain. Mulailah dengan banyak membaca jurnal dan laporan keuangan dalam majalah atua surat kabar.

3. PERTAHANKAN TEMPERAMEN YANG TEPAT

Apa yang akan Anda lakukan ketika perusahaan yang saamnya Anda pegang sedang dalam masa yang buruk ? Akibat perubahan peraturan pemerintah misalnya. Coba lihat saham TLKM atau ISAT yang dapat mewakili situasi ini. Dikoran-koran tertulis rekomendasi “jual” atau hindari dulu saham ini. Reaksi dan respon Anda terhadap perkembangan-perkembangan ini memainkan peranan yang sangat besar dalam menentukan kesuksesan investasi Anda. Investor yang bijak akan tetap tenang dalam menghadapi peristiwa-peristiwa negative. Buffett sama sekali tidak menjual sama Washington Post yang di miliki, ketika masa resesi Amerika tahun 1960, melewati masa perang, sampai akhirnya sekarang saham Wasington Post telah naik harga beribu-ribu persen dari harga semula. Sarannya di sini adalah beli dan pertahankan saham–saham dari perusahaan yang hebat, dan pertahankanlah bertahun-tahun. Tutup mata telinga dari berita, rumor dan analisa negative tentang saham ini.

4. BERSABARLAH

Berpikirlah untuk 10 tahun mendatang dan bukan untuk 10 menit ke depan. Saran Buffett, jika Anda tidak siap memegang suatu saham untuk satu decade, lebih baik jangan pernah membeli saham tersebut. Bayangkanlah seolah-olah Anda membeli saham, dan keesokan harinya bursa akan tutup selama lima tahun. Perlu diingat bahwa beberapa pasar benar-benar bermusuhan dengan orang yang suka keluar masuk, dan cukup ramah terhadap mereka yang membeli dan mempertahankan. Hal ini dikarenakan keluar masuk, selain akan meningkatkan biaya transaksi seperti broker fee dan VAT, juga mereka seringkali kehilangan moment ketika harga saham naik secara besar-besaran, akibat “peluru” nya “ “nyangkut” karena sudah keburu dibelikan saham lain dan nilainya makin lama makin kecil karena kebanyakan Cut Loss.

5. BELILAH BISNIS, BUKAN SAHAM

Menurut Buffett, salah satu faktor penting dalam sukses berinvestasi adala mengigatkan diri Anda bahwa Anda sedang membeli sebagian andil dari bisnis yang benar-benar ada. Lembaran saham itu sendiri sebenarnya tidak ada artinya. Sebab saham hanyalah representasi dari perusahaan. Yang hasrus Anda pikirkan ketika terjun membeli saham sebuah perusahaan bukanlahgrafik analisa teknikal, berita Bloomberg atau table dan grafik di Wall Street. Yang Anda harus pikirkan adalah “nilai” dan knerja di balik sebuah bisnis. Buffett selalu mempertimbangkan 4 hal sebelum memutuskan untuk membeli saham, yaitu :

1. Bisnis yang dia dapat mengerti

2. Perusahaan dengan prospek jangka panjang yang menguntungkan

3. Manajemen yang jujur dan kompeten

4. Harga (saham) nya sangat menarik

Dapat disimplkan disini bahwa: Membeli saham adalah bagian dari bisnis. Karena itu jangan membeli saham karena pergerakan harganya, dan lakukan analisa fundamental sebelum membeli saham apapun.

6. CARILAH PERUSAHAAN YANG MENONJOL DIANTARA INDUSTRI

Waren selalu ingin mencari dan membeli bisnis yang langgeng, yang mendominasi pasarnya, sehingga lebih menjamin kesuksesannya, dimana produk tersebut ; diperlukan orang banyak, tidak membutuhkan modal yang berlebihan, tidak banyak barang pengganti yang sejenis dan tidak banyak terpengaruh oleh regulasi harga. Namun tentu saja semua itu dieksekusi sambil menunggu sampai harga saham perusahaan tersebut dianggap wajar. Disarankan agar Anda membuat daftar saham-saham yang Anda incar, lalu lakukan monitoring harganya sesering mungkin, sampai harganya mencapai harga yang Anda anggap bagus dan wajar, lalu….hap..!!! Sang serigalapun mendapat mangsa empuk.

7. BELI PERUSAHAAN BERTEKNOLOGI RENDAH, BUKAN BERTEKNOLOGI TINGGI

Waren amat menjauhi saham-saham perusahaan berteknologi tinggi dan saham perusahaan internet, karena perubahan teknologi yang makin cepat membuat perusahaan sejenis ini mudah tertinggal zaman dan tertinggal pesaing yang mengakibatkan ambruknya bisnis. Ia lebih memilih saham dari perusahaan bata, perusahaan cat, karpet dan perusahaan mebel yang memiliki bisnis yang mudah dimengerti dan arus kas yang mudah diprediksi. Perusahaan semacam itu bisa bertahan sampai 100 tahun lagi, karena menghasilkan produk yang bisa dikatakan tidak mudah ketinggalan zaman. Kejatuhan banyak perusahaan dotcom seperti Etoys.com, Pets.com, RX.Com, World.com dsb memperkuat alibi Waren. Bagaimana menurut Anda dengan Microsoft , Yahoo dan Google? Nasehat Buffett; jangan tergoda dengan transaksi yang menawarkan kekayaan secara cepat, yang melibatkan perusahaan yang relative rumit (misalnya perusahaan berteknologi tinggi), perusahaan semacam ini sulit diprediksi dalam jangka panjang. Hindarilah bisnis dalam industri yang terus berubah, dan bernvestasilah pada bisnis-bisnis generasi “perekonomian lama”. Dan terakhir, ingatlah bahwa perlu waktu puluhan tahun bagi perusahaan untuk menjadi besar.

8. KONSENTRASIKAN INVESTASI SAHAM ANDA

Hampir semua ahli menyarankan untuk melakukan diversifikasi, yaitu memiliki banyak aham dari banyak perusahaan agar jika saham tertentu jatuh, tidak akan menghancurkan seluruh potofolio yang Anda miliki, namun Buffett berpendapat lain. Jika Anda telah menemukan saham yang tepat, mengapa harus membeli sedikit ? Begitu katanya. Beli 5 sampai 10 saham yang bagus dengan harga yang bagus, dan belilah sebanyak Anda mampu. Disini ia memberi contoh ketika membeli $144 juta untuk saham Petro China- perusahaan minyak China. Tanpa diduga, sekarang sahamnya bernilai $1,2 milyar. Menurutnya, seseorang cukup menginvestasikan seluruh hartanya pada 3 perusahaan yang baik (dengan harga beli yang baik tentunya), secara jangka panjang, maka bisa dipastikan ia bakal kaya raya. Ini juga diontohkan Buffett dengan memiliki 474.998 lembar saham satu perusahaan, Berhshire Hathaway yang dipegangnya selama puluhan tahun. Sekarang harga perlembar saham tadi adalah $138.000 PER LEMBAR. Silahkan hitung sendiri berapa hartanya dari saham 1 perusahaan saja. Itulah kenapa waren Buffett sekarang menjadi orang terkaya no. 3 sejagat.

9. TERAPKAN KETIDAKAKTIFAN BUKAN HYPERAKTIVITAS

Energi yang dikeluarkan bursa saham betul-betul luar biasa. Di IHSG, 3 – 7 triliun Rupiah berputar setiap hari. Apalagi dalam keadaan extreme bullish atau bearish. Dimana suasana yang hangar binger ini amat menulari para pemain saham. Banyak dari lembaga keuangan dan reksadana yang betindak tanpa control, mengubah portofolio mereka setiap hari. Jika para Manager Investasi yang notabene melek dunia saham dan paham berbagai analisa fundamental an teknikal saja bisa ikut tertular virus trading saham , apalagi kita yang awam? Buffett menyatakan, “ketidakaktifan adalah perilaku yang cerdas” . Sebab, menurutnya, investor sejati dapat menghasilkan uang, walaupun ia sedang tidur. Hal ini dibuktikannya dengan tetap memegang saham Coca Cola sejak tahun 1994, American Express sejak tahun 1998, dan Washingto Post sejak tahun 1973, TANPA DITRADINGKAN LAGI. Benar-benar suatu pola yang tdak disukai para trader. Ia mempunyai alasan bahwa trading terlalu sering bisa merugikan akibat sulitnya mengontrol diri, juga timbulnya biaya-biaya trading yang tidak kita sadari, seperti fee beli, fee jual, pajak, dsb..dsb, yang ujung-ujungnya mengurangi keuntungan kita.

10. JANGAN MELIHAT TICKER

Saya pribadi selalu melakukan “sarapan“ dengan memantau harga terakhir bursa –bursa regional, sebelum jam bursa mulai. Ketika jam perdagangan dimulai , tiap 5 – 10 menit, pasti mata melihat ke computer memantau pergerakan harga saham andalan saya. Apakah hal ini juga dilakukan oleh Waren selaku investor kelas paus? Jawabnya adalah TIDAK. Jadi bagaimana cara dia memantau pergerakan harga sahamnya? IA TIDAK PERNAH MELAKUKANNYA. Komputernya lebih banyak digunakan untuk main Bridge daripada memantau harga saham.

Menurutnya, kita tidak perlu menggubris pegerakan harga saham untuk jangka pendek jika kita telah memilih perusahaan yang tepat. Jika kita telah memiliki saham dalam bisnis yang hebat, jangka pendek tidak terlalu penting. Bagaimana seandainya harga sahamnya yang tidak pernah dipantau, tiba-tiba terjun bebas akibat bursa crash diterjang badai resesi? Gampang. Itulah saat yang tepat untuk nambah lagi porsi sahamnya, karena harganya jadi lebih murah. Menurutnya, daripada waktu Anda dihabiskan memelototi pergerakan harga saham yang bikin jantung ber”aerobic “, lebih baikfokus memantau kinerja bisnis erusahaan tersebut, yang meliputi manajemen, arus kas, pendapatan dll. Warren Buffett tidak pernah tahu berapa harga jual saham Berkshire Hathaway perusahaannya sekarang atau berapa harga jualnya besok. Ia hanya peduli pada harga jual satu decade kedepan yang akan menggambarkan nilai sejati perusahaannya.

11. LIHATLAH PENURUNAN HARGA SEBAGAI PELUANG MEMBELI

Tahukah Anda bahwa keadaan resesi seperti sekarang ini di Amerika juga pernah terjadi di masa lalu, yaitu tahun 2004, dimana Dow Jones jatuh hamper 150 point. Waktu itu laporan mengenai lapangan kerja, amat mengecewakan, harga minyak dunia terus membumbung, sehingga yang tejadi adalah, investor berlomba mengobral sahamnya. Justru saat inilah Buffett melhat peluang untuk membeli saham-saham perusahaan bagus dengan harga mura. Ingat, walaupun fundamental saham tersebut bagus, namun energi bullish atau bearish itu sangat menular, sehingga tanpa mengerti keadan sesungguhnya, tiap orang panic dan berlomba jualan saham. Saham Wahington Post, Geico dan Wells Fargo Bank adalah contoh bagaimana si tua Buffet menyambar kesempatan itu. Pada tahun 1973, saham Washington Post turun hingga $6 per lembar, Buffet menambar kesempatan itu dengan membenamkan uang senilai $10,6 juta (uang segini tahun 1973 bisa buat beli 1 propinsi kali?). Sekarang, lebih dari 30 tahun kemudian, harganya telah menjadi $900 perlembar, belum lagi kalau ada stock split, maka jumlah saham si Buffett pasti berlipat ganda. Ingat kata Buffett, “Takutlah ketika orang lain rakus, dan rakuslah ketika orang lain takut“.

12. JANGAN MEMUKUL SETIAP LEMPARAN BOLA YANG DATANG

Menurut mereka yang mengklaim diri mereka ahli dalam pasar saham, untuk menjadi investor yang sukses, berarti membuat banyak keputusan dalam berinvestasi. Buffett tidak setuju dengan pendapat ini. Katanya, walaupun hanya satu kali dalam setahun,membuat keputusan investasi yan bagus itu sudah cukup. Ia menganalogikan seperti bermain baseball, dimana untuk tiga kali kesempatan memukul bola, pukulah bola sekuat tenaga, jika memang momentum dan arahnya tepat, yang dalam istilahnya disebut sweet spot. Buffett hanya memandang setiap bola-bola yang terlempar, namun hanya memukul pada bola yang menuju sweet spot. Sweet spot disini adalah bisnis yang hebat dengan masa depan yang juga hebat, dijalankan oleh manajemen yang kompeten, serta dijual dengan harga yang bagus. Dan untuk mendapatkan sweet spot ini, buffet akan menunggu walaupun bertahun-tahun sebelum melakukan investasi.Ketika ada saham yang masuk kriterianya, ia akan mengayunkan pemukulnya, dan ia akan melakukannya dengan sekuat tenaga, ia investasikan banyak uang disini, dan hasilnya…. Grand Slam!

Sekedar catatan, saya masih ingat pada tanggal 22 Januari 2008, dimana saham BUMI dijual obral dengan harga Rp. 4.200 per lembarnya, UNTR Rp. 10.850 perlembar, sekarang, dalam waktu 1 bulan, coba Anda cek harganya? Tadi itulah Sweet Spot.

13. ABAIKAN YANG MAKRO; FOKUSLAH PADA YANG MIKRO

Menurut Buffet halhal besar dan trend trend yang besar yang berada di luar bisnis tidaklah penting, namun hal-hal kecil yang terkait dengan bisnislah yang berarti. Ada pameo yang menyaakan, jika Bang Ben (maksudnya Ben Bernanke gubernur The Fed) “ batuk” maka bursa saham di dunia pada demam. Demikian juga yang terjadi sekarang dimana ramai diberitakan dan diulas bertubi-tubi mengenai perlambatan ekonomi dunia dan AS yang menghadapi resesi.

Menurut Bufet, pendekatan konvensional pada permainan saham, memang mengandalkan peristiwa-peristiwa makro. Hal-hal seperti tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan peristiwa–peristiwa politik tampak sangat penting bagi para investor.

Untuk berinvestasi seperti Buffet, Anda harus mengabaikan peristiwa-peristiwa makro dan focus pada perusahan yang sahamnya anda pilih. Di sini, Mang Buffett justru menganjurkan kita untuk memakai kacamata kuda. Tidak mungkin setelah bersusah payah menganalisa sebuah perusahaan dan menunggu harga yang tepat untuk kemudian membeli sahamnya, lalu kita mengubah kebiakan kita gara-gara terdengar bisikan atau taksiran mengenai perekonomian. Memang kalau saya perhatikan, isyu-isyu mengenai peristiwa makro memang mempengaruhi harga saham secara jangka pendek, namun jika fundamental bisnis nya memang bagus, biasanya harga saham itu langsung bangkit dan terus naik. Ingat, peristiwa resesi Indonesia tahun 1997, 1998, Bom Bali, Bom Marriot, Indonesia turun peringkat untuk dunia investasi? Memang mempengaruhi saham ASII, TLKM dll untuk jangka pendek, namun coba lihat sekarang… harga sahamnya masih terbang ke langit biru.

14. PERHATIKAN BAIK-BAIK MANAJEMENNYA

Salah satu hal yan selalu menjadi focus perhatian Buffett adalah,” Siapa yang memegang kendali disini?“ Beberapa factor kunci yang perlu dicermati ketika melakukan penilaian adalah :

  1. Apakah tim manajemen selalu bekerja untuk pemegang saham? Atau memperaya diri sendiri dengan biaya perusahan. Misalnya dengan gaji yang berlebih, atau bonus fasilitas mewah lainnya.
  2. Apakah manajemen hemat, atau kelebihan beban karena boros?
  3. Apakah manajemen berdedikasi meningkatkan nilai pemegang saham?
  4. Apakah manajemen melakukan pembelian kembali saham (buy back) untuk kepentingan para pemegang saham (lihat BBCA dan Kalbe), juga menghindari penerbitan saham baru yang akan mengurangi porsi kepemilikan pemegang saham
  5. Apakah laporan perusahaan jujur dan tidak mengandung kecurangan? Atau financial engineering.
  6. Apakah manajemen menggunakan system akuntansi yang jujur atau kelihatannya menyembunyikan informasi yang benar?

Sekedar catatan banyak lho cara membuat laporan keuangan terlihat mengkilap, sbb :

  • Jual asset yang kurang produktif menjelang tutup tahun sehingga otomatis laba bertambah
  • Menggeser periode pencatatan biaya yang agak besar, jadi mundur atau dimajukan
  • Untuk IPO, laporan keuangan dibuat mengkilap. Untuk menghindari pajak, laporan keuangan dibuat agak memble.
  • Membesar-besarkan laba bersih. Padahal diperoleh dari keuntungan selisih kurs, atau keuntungan lain yang sifatnya temporer. Harusnya coba perhatikan juga laba operasionalnya.

Juga perlu diperhatikan, menurut Buffet, investor perlu mencurigai perusahaan yang membuat proyeksi–proyeksi jangka panjang yang manis-manis seperti proyeksi pertumbuhan atau proyeksi laba. Pada saat seorang eksekuti perusahaan mengklaim bahwa ia mengetahui masa depan perusahaan, itu berarti pertanda buruk. Dan jika ia benar-benar mencapai angka tersebut, itu benar-benar pertanda buruk. Sebab sangat dimungkinkan adanya manipulasi.

15. SANG KAISAR TIDAK PAKAI BAJU DI BURSA SAHAM

Jujur saja, kalau pagi hari yang saya cari adalah berita di Bloomberg , Reuters, dan tentu saja analisa teknikal dari brokerku. “Hari ini diperkirakan IHSG menembus batas resistance 2.788, setelah sebelumnya melakukan rebound dari batas suppoertnya di 2.674, secara indicator, Garis signal pada MACD 10 telah menembus garis 20 MA yang diikuti dengan gambaran candlestick Inverted Hammer pada beberapa saham pertambanan unggulan” Anda paham kalimat di atas? kalau saya sih paham. Atau pernahkah mendengan kalimat ini, “ Dapatkan system robot trading, yang akan melipatgandakan investasi Anda di bursa saham, tidak diperlukan keterlibatan emosi manusia di sini. Return yang didapat bisa 45% dalam setiap trading, dst…dst..

Menurut Buffet, “sang kaisar“ tidak mengenakan baju apapun dibursa. Baik itu yang berupa volume, grafik, analisa teknikal dsb. Bufett menekankan pada Nilai sebuah bisnis.

16. BERPIKIRLAH SECARA INDEPENDEN
Berpikir secara independent adalah salah satu kekuatan terbesar Buffett. Menurutnya “Anda benar atau salah bukan karena orang-orang setuju atau tidak dengan pendapat Anda. Anda benar karena fakta-fakta dan alasan yang Anda miliki adalah benar”.
Hal ini dicontohkan pada beberapa tahun lalu, saham-saham internet dan high tech berterbangan secara meteoric, bahkan mengalahkan saham-saham fortune 500 yang sudah lama berdiri. Tidak diragukan lagi, bahwa investor-investornya menikmati kenaikan laba yang luar biasa melalui saham saham yang mereka miliki. Pada saat yang sama, Berskshire Hathaway, perusahaan si Buffett menolak untuk membeli selembar sahampun dari perusahaan macam begini. Konsekwensinya, Buffett dicerca banyak orang dan dianggap begawan tolol. Fakta dan alas an Buffett jelas. Ia tidak memahami jalannya bisnis perusahaan internet. Karena itu ia menjauhinya. Hal ini terbukti ketika pada akhirnya index Nasdaq rontok sampai 75% akibat ambruknya saham-saham high tech ini, dan ratusan milliar Dollarpun menguap. Pelajaran yang bisa ditarik disini adalah Buffett mengandalkan fakta dan alasan dalam membuat keputusan investasi. Jadi jangan membuat kepetusan karena hal tersebut sedang popular atau karena takut berlawanan dengan arus. Inilah dasar-dasar Bandar menaklukan Anda dengan cara menggoreng saham.

17. TETAPLAH BERADA PADA KOMPETENSI ANDA

Ketika harus memilih untuk berinvestasi di bisnis apa, Waren Buffett dipandu oleh apa yang ia sebut “Lingkaran Kompetensi“, dimana lingkaran kompetensinya hanya terdiri dari saham-saham industri, dimana ia merasa nyaman untuk terlibat. Buffett tidak berinvestasi pada saham-saham high teknologi. Mengapa? karena saham-saham tersebut berada diluar kompetensinya.

Menurutnya, “kembangkan sebuah wilayah keahlian, beroperasilah pada wilayah itu, dan jangan menyesali diri karena kehilangan pelang yang muncul di luar wilayah itu”. Sejak tahun 1982, Buffet mencantumkan sebuah daftar “bisnis yang diinginkannya“, seperti :

  • Kapitalisasi pasar yang besar
  • Bisnis yang menunjukkan kemampuan yang konsisten dalam menghasilkan pendapatan
  • Bisnis yang menghasilkan ROE yang baik, dengan Debt Equity Ratio yang rendah
  • Bisnis dengan manajemen yang kuat
  • Bisnis yang sederhana, bukan hitech
  • Harga saham yang bagus dan menarik

18. ABAIKAN RAMALAN PASAR SAHAM

Kata om Buffett, ramalan jangka pedek mengenai harga sebuah saham atau obligasi tidaklah berguna. Ramalan itu justru lebih memberi Anda informasi mengenai peramalnya, dan bukan informasi masa depannya.

Buffett lebih suka focus pada kinerja bisnis, dan tidak terganggu oleh trend yang lebih besar yang dia yakini tidak mungki diramalkan secara akurat.

Menurutnya, ramalan hanya mengaburkan penilaia seseorang. Mengapa? Sebagian Karena ramalan tersebut menciptakan ilusi ketepatan, karena kelihatannya didasarkan pada data.

Nasehat Bufett disini adalah :

  • Hilangkan keterlibatan ramalan apapun dalam keputusan investasi Anda
  • Alihkan waktu yang akan anda gnakan ntukmendengarkan ramalan dengan menganalisis track record bisnis.
  • Kembangkan strategi investasi yang tidak tegantung pada seluruh pergerakan pasar.
  • Semakin bergejolak suatu pasar saham, semakin besar kemungkinan orang memanfaatkan ramalan, tapi pada saat itu pulalah ramalan punya peluang paling kecil untuk tepat .

19. PAHAMILAH MR.MARKET & MARGIN OF SAFETY

Mr. Market adalah sesuatu yang banyak berperan dan mendominasi dalam dunia saham. Ia merupakan masalah psikologis yang mempengaruhi harga yang dia tentukan. Jika ia sedang happy, ia hanya melihat hal-hal bagus saja dalam sebuah bisnis dan menetapkan harga yang tinggi pada surat berharganya, sehingga ia merasa takut anda membeli sahamnya denga harga terlalu murah. Disini ia menahan-nahan saham nya dan berharap harga harganya terus naik (kalau tiba-tiba harga nya malah jatuh, maboklah ia…).

Sebaliknya jika ia sedang sedih, ia tidak melihat apapun kecuali kesusahan dalam bisnisnya, dalam saat ini ia menetapkan harga yang murah atas sahamnya dan berharap anda membelinya. (ini adalah makanan empuk para Bandar yang sedang menjatuhkan harga).

Itulah Mr.Market, ia akan datang setiap hari bursa. Karena itu menurut Buffet Ana harus tahu situasi Mr.Market pada saat itu, dan JANGAN SEKALI-KALI SAMPAI BERADA DIBAWAH PENGARUHNYA. Kemuramannya dapat menular kesemua orang dan kegembirannya dapat memabukkan. Inilah yang menyebabkan panic selling dan pani buying. Setelah memahami Mr.Market, anda juga harus memasukkan margin of safety dalam kerangka berpikir anda. Margin of Safety adalah kondisi harga saham yang secara substansial lebih rendah dari nilai bisnisnya. Anda tidak ingin harga sahamnya teralu dekat dengan nilai bisnis sesungguhnya, harus cukup terdapat jarak antara keduanya, atau kita sebut margin yang besar. dalam isitilah Buffet, bagaimana kita mencari selembar uang Dolar seharga 40 sen di pasar saham. Situasi ini buka tidak pernah terjadi lho? Ingat tgl 22 januari, dimana harga saham pada diobral. Saa menilai margin of safety, gunakan konsep nilai intrinsic sebagai titik pangkal. Yaitu pengukuran dengan nilai-nilai yang benar-benar valid, untuk menentukan nilai riil dari sebuah harga saham.

20. TAKUTLAH SAAT ORANG LAIN TAMAK, DAN TAMAKLAH SAAT ORANG LAIN TAKUT

Kata-kata ini adalah petuah paling termasyhur dari Buffett. Ia sering memanfaatkan emosi yang mudah menular ini dengan bertindak berlawanan dengan sentiment yang sedang berkembang.

Dengan strategi ini, ia menghasilkan banyak uang ketika orang lain tidak sukses.

Pada awa 1970, terjadi peristiwa enurunan pasar yang terkenal. Orang ramai-ramai menjual sahamnya karena takut, indek Dow Jones terjun bebas dibaah 700, Buffett tentu saja bertindak lain. Ia melakukan investasi besar-besaran, dengan memborong saham-saham bagus dengan harga murah.

Namun kita juga tahu, bagaimana Buffet menjadi sangat penakut selama harga saham internet melonjak ketika orang-orang membelinya dengan tamak. Namun ia tidak kehilangan uang sepeserpun ketika akhirnya harga saham internet hancur yang menyebabkan kebangkrutan banyak orang.

Katanya, bersiaplah untuk betindak cepat ketika muncul peluang. Pada saat ini, ia menyamakan dirinya; pria hyperseks di rumah bordil ketika pada tahun 1971, indeks Dow Jones menembus batas terendah di 580.

21. BACA, BACA LAGI DAN BERPIKIRLAH

Sama seperti saya (ehm…) , Warren Buffet kira-kira setiap hari menghabiskan waktunya sekitar enam jam untuk membaca, satu dua jam untuk menelepon dan sisanya ia gunakan untuk berpikir. ( kapan waktu untuk “itu” ya…? ). Ia membaca Financial Times, Wall Street Journal, New York Times, PlayBoy…( husss…!!! ), majalah Fortune dsb yang dibaca untuk mendapatkan pengetahuan umum. Namun ia menitikberatkan pada beberapa perusahan yang terlintas dipikirannya. Dan ia akan mulai mencari info selengkap-lengkapnya tentang perusahaan tersebut dan industri yang terkait dengannya. Terutama, Laporan Keuangan. Ia selalu rutin membacanya. Jika ia mengincar sutau perusahaan, maka ia juga akanmembeli beberapa saham pesaing perusahan tersebut demi untuk mempelejari laporan keuangannya. Dengan membaca, akan membekalinya dengan fakta dan gagasan yang menjadi bahan bakar pemikiran independennya dalam berinvestasi.

22. GUNAKAN SEGENAP TENAGA YANG ANDA MILIKI

Seberapa besar tenaga “mesin“ Anda? Dan seberapa efisien Anda menjalankan mesin tersebut? Menurut Om Buffett, banyak diantara kita yang sebenarnya memiliki kemampuan 400 tenaga kuda, namun hanya mengeluarkan 100 tenaga kuda saja. Dengan kata lain, banyak orang yang cerdas seringkali membiarkan diri mereka teralih perhatiannya dari tugas yang sedang mereka kerjakan dan bertindak dengan cara yang irrasional. Sarannya, untukmenjadi manusia yang lebih baik, cobalah dimulai dengan menuliskan daftar kualitas dari orang yang Anda kagumi, lalu buat juga daftar kualitas dari orang yang sama sekali tidak anda kagumi. Lalu bandingkan keduanya, dan carilah pola tertentu didalamnya. Lalu mlailah menadopsi an menerapkan kualitas-kualitas dari orang yang anda kagumi tadi , diimplementasikan dalam kehidupan anda. Dimana, hal ini apabila dilakukan terus menerus, akan dapat menjadi kebiasaan anda. Jika Anda melakukan hal ini terus menerus, perilaku Anda akan berubah.

Kembangkanlah kebiasaan positif, dan buanglah kebiasaan yang buruk. Berikut adalah beberapa pertanyan yang mungkin anda sering tanyaka kepada diri sendiri, untuk meyakinkan bahwa anda tidak memunculkan kebiasaan buruk dalam berinvestasi ;

  1. Apakah anda cukup melakukan pengamatan sebelu memutuskan membeli saham sebuah perusahaan?
  2. Apakah anda hanya memeriksa harga saham Anda secara periodik dan menghindari “ kebisingan “ harian dari “orang-orang” yang biasanya ngomong doang?
  3. Apakah Anda selalu menghindari tips tips mengenai suatu saham, dari manapun asalnya?
  4. Apakah anda menghindari “Crowd “ dan membuat keputusan investasi sendiri?
  5. Apakah Anda menunjkkan kesabaran dengan menunggu sebuah perusahaan menumbuhkan nilai intrinsiknya?
  6. Apakah anda menghindari berinvestasi pada perusahaan yang tidak anda pahami?
  7. Apakah anda beraksi ketika orang lain ketakutan dan menjual pada saat orang lain tamak?
  8. Apakah anda menerapkan aturan Mr. Marke dan Margin of Safety? Apakah anda kosisten membaca berbagai macam majalah dan surat kabar?

Jika jawaban anda untuk Ya berjumlah minimal 7, maka anda adalah pengikut Buffett yang sejati, dan anda berada dalam jalur yang benar dalam berinvestasi. (jawaban “Ya “ saya Cuma ada 5 lho….)

23. HINDARILAH KESALAHAN MAHAL YANG DIPERBUAT ORANG LAIN

Adalah sangat penting untuk beajar dari kesaahan orang lain, agar anda tidak berbuat kesalahan yang sama. Seorang bapak calon pensiunan di Depok, dengan dana pension sekitar Rp175 juta direkeningnya, menghadiri sebuah seminar preview mengenai menghadapi pensiun dengan Financial Freedom. Ia mendengarkan presentasi seorang pialang saham yang mendorong para pensiunan untuk menerima tawaran pensiun dini dari perusahaan mereka dengan cara mengalihkan seluruh tabungannya kepada perusahaan pialang tersebut, untuk ditanamkan dalam portofolio yang dia rancang sendiri. Sang pialang lalu memutarkan uang di Bapak Tua yang bermimpi jadi “Pasif Trader “ tersebut kedalam saham-saham second liner, yang dicampur saham gorengan, agar terasa sedap dan cepat berbuah. Ketika akhirnya nilai portofolionya jatuh hingga tinggal mendekati Rp.45 juta, si Bapak Tua tidak punya pilihan lain selain menunda pensiunnya dan kembali bekerja dikantornya semula, sambil membuang mimpinya akan masa pensiun yang endah.

Contoh ini menunjukkan, banyak dari para pensiunan ini yang tidk tahu menahu tentang pasar saham dan tidak mampumengelola uang mereka sendiri. Lebih baik serahkan saja sama “ahlinya “, begitu pikirnya. Terpikat oleh rayuan gombal para pialang yang mengandalkan seringnya bertransaksi agar komisinya menggendut, fee dan pungutan yang macam-macam, pemilihan saham diperusahaan yang payah, dsb…dsb. Pelajaran yang paling penting disini adalah pemahaman tentang pentingnya investasi yang handal, pemahaman solid mengenai fundamental investasi, akan meberika perlindungan kepada anda untuk menangkis godaan–godaan skema investasi yang buruk. Ada beberapa nasehat yang bagus disini :

  • Jika terdengar terlalu muluk, biasanya memang mustahil terjadi
  • Ikutlah terlibat dalam poses pengambilan keputusan investasi anda
  • Selalu perhatikan biaya–biaya yang timbul.

24. JADILAH INVESTOR YANG HANDAL

Tahukah anda, sesungguhnya berinvestasi di saham tidak akan membuat anda miskin. Asalkan berivestasi secara handal. Buffett dengan cara-caranya telah menunjukan jalur yang terbukti kehandalannya. Dengan mengikut Kata-kata dan Sarannya, investor awampun dapat meraih hasil yang besar tanpa bantua professional.

Coba kita urutkan prinsipnya; ia senang mempertahankan segalanya tetap sederhana, dan menghindari hal-hal yang kompleks. Ia hanya akan berinvestasi pada hal-hal yang ia pahami dan hanya berinvestasi pada saham-saham perusahaan dalam lingkaan kompetensinya.

Ia amat disiplin, dan hanya beraksi sekuat tenaga ketika pada titik harga yang tepat. Ia menghindari hyperaktivitas, dan cukup nyaman membuat hanya 20 keputusan investasi selama hidupnya. Kadang-kadang dalam bermain saham, berpangku tangan saja adalah tindakan terbaik, dan merpakan bagian dari sebuah permainan. Gaya investasi Buffett bukalah pola cepat kaya. Namun menjadi kaya secara perlahan. Ingatlah, diperlukan waktu bagi biji sawo untuk tumbuh menjadi pohon yang besar.

THE END

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: