jump to navigation

Anda bisa jadi analis profesional March 18, 2008

Posted by ilmusaham in Book Recommendation, Shared Lessons Learned, from CLUB.
Tags: , , ,
add a comment

From: Danny Eugene
Date: Tue, 18 Mar 2008 12:28:27 +0000 (GMT)

Saya sangat setuju dengan Pa Soeratman. Sebenarnya semua orang bisa melakukan analisa fundamental dan technical tanpa bergantung pada riset para analis.
Maaf seribu maaf ini kepada para analis, tanpa mengurangi rasa hormat saya, sebenarnya apa yg dilakukan para analis sangat mudah dan simple. Hanya terkadang kita membuat hal itu TERLIHAT complicated.
Mengapa saya katakan demikian, krn pengalaman saya sebagai Head of Research. Intinya satu … banyak2 baca. Itu saja.
Dr pengalaman saya beberapa buku yang sangat berguna :
1. How to Make Money in Stock by William O’Neil
2. The Essential Buffett by Robert G. Hagstrom
3. How to Pick Stocks Like Warren Buffett by Timothy Vick
4. Common Stock & Uncommon Profits by Philip A Fisher
5. Damodaran on Valuation by Aswath Damodaran
6. The Essays of Warren Buffett by Lawrence A Cunningham

Jika kita benar2 berinvestasi di saham2 dengan fundamental bagus, tidak usah takut dengan fluktuasi harga harian.

Saya mau mengutip satu cerita yang dituturkan Warren Buffett dalam salah satu Letter to Shareholder nya. Dia bercerita membeli saham itu seperti membeli tanah perkebunan. Tujuan nya adalah untuk kita bercocok tanam dan menghasilkan dalam beberapa tahun ke depan. Tapi apakah tanah yang kita beli jam 9:30 akan kita jual jam 9:40 hanya karena tanah di sebelah kita dijual dengan harga sedikit lebih rendah dr harga beli kita?

Soeratman Doerachman wrote:

Bagaimana caranya? Gampang. Baca saja artikel-artikel atau ulasan-ulasan up to date dari Yahoo Finance, Bloomberg, CNN Money, dengar CNBC, baca koran dan menggunakan nalar anda sendiri. Lalu ramu semuanya menjadi satu maka jadilah anda seorang analis. Saya yakin banyak analis di Indonesia berbuat yang sama. Mereka kelihatan lebih pintar karena mereka lebih rajin baca dan lebih rajin meramu daripada anda.

Masalahnya adalah bagaimana meramu bumbunya sehingga rasanya jadi enak. Bumbu sama tapi cara campur berbeda maka rasanya akan berbeda. Jangan sampai ramuan anda keasinan, kemanisan, hambar atau malah nggak bisa dimakan sama sekali.

Selamat menjadi analis profesional.