jump to navigation

My Investing eLifestyle March 29, 2008

Posted by ilmusaham in My Corner, Shared Lessons Learned.
Tags: , ,
add a comment

Saya terjun ke dunia investasi saham sejak Januari 2006. Semester pertama saya babak belur bersama account adik saya yang waktu itu dititipkan ke saya, sangat stressful dan fear terus menerus….

Kemudian saya memulai mendalami ilmu-ilmu seluk beluk saham, terutama Technical Analysis. Semester kedua mulai pemulihan. Mulai terbiasa membuat trading plan, memonitoring trade apakah sesuai plan, dst…

Tapi apakah saya harus melototin monitor komputer saya terus untuk menjalankan dan memonitor trading plan saya? Apakah ada cara yang lebih nyaman? Bagaimana seandainya ada software aplikasi saja yang memonitor bursa untuk saya, dengan makanisme jika rules trading plan saya match, aplikasi kirim message ALERT ke saya?

Kebetulan saya dan dua adik saya, Rudhi yang senior consultant di IBM dan Tony yang head of development di Nokia Siemens Network sepakat untuk develop aplikasi tersebut.

Rudhi yang lead dan sekaligus Arsitek sistemnya, setelah selesai kami test usabilitasnya sampai performasinya. Akhirnya setelah aplikasi tersebut selesai, aplikasi tersebut kami operasikan ;)

Mekanisme kerja nya begini:

  • Malam hari kami membuat trading plan, setelah jadi, kami input ke Aplikasi Stock Monitoring & Alert Engine kami. Isinya adalah kriteria price dan atau volume dan isi message yang berupa to-do action.
  • Pada saat bursa buka dan running, aplikasi itulah yang memonitor bursa.
  • Jika ada Kriteria yang match, aplikasi mengirimkan alert ke PC dan ke HP melalui Instant Messenger.
  • Kami memakai Gtalk, untuk PC kami pakai desktop Gtalk dan untuk HP kami pakai dua HP yang pertama memakai Agile Messenger dan yang kedua memakai Slick.

    Kriteria dari Trading Plan kami apa saja yang kami implemen ke Mesin monitoring bursa dan Alert engine kami?

    Berikut yang biasa kami terapkan:

    Alert Entri.
    Ada dua, yaitu

  • alert entri point untuk port saham long term kami dengan pola bargain hunting jika bursa koreksi / sideways dan
  • alert entri breakout point untuk saham porsi medium term (s/d 3 bulanan) saat bursa strong bull, kami memakai darvas breakout sistem. Kami biasa entri jika kriteria terpenuhi atau average up menambah posisi jika ternyata breakout terus…
  • Alert Profit Taking
    Kami implemen kriteria target profit taking, aplikasi akan kirim alert jika time to sell :)

    Alert Trailing Stop
    Untuk Alert Trailing Stop, kami update saat bursa running, kami update via Instant Messenger dari HP kami. Alert ini kami entri ke aplikasi jika ternyata target profit taking berhasil breakout dan kami memutuskan untuk “Let the Profit Run” dengan Trailing Stop ketat. Kriteria alert nya kami geser-geser sesuai pergerakan harga ke atas.

    Alert Stop Loss
    Alert ini kami maintain ke aplikasi, jika ada posisi Entri/Hold yang ternyata harganya turun dan mengenai titik Stop Loss, maka setelah menerima alert kami buru-buru Exit dari posisi.

    Kalo semua kriteria di entri ke sistem, ada berapa jenis alert yang di load aplikasi? Hehe…, iya…. kami biasa meng-entri sampai ratusan alert ke aplikasi.

    Jadi si aplikasi lah yang bekerja, jika ada prospek entri yang terjadi dan match dengan kriteria trading plan kami, maka alert dikirimkan ke PC/HP dimanapun kami berada.. Tidak peduli lagi meeting, lagi jalan ke luar kota, lagi mudik, lagi liburan di gunung sekalipun, aplikasi terus menerus bekerja.

    Kami tinggal menunggu alert datang, seperti orang menyebar pancing… Jika ada alert datang ibarat ada ikan yang memakan kail kami, saat itulah kami dengan serta merta buru-buru mengambil ikannya.

    Khusus untuk alert entri terhadap prospek baru, walaupun banyak alert yang kami terima, kami tidak selalu meng-eksekusi entri jika jenis stock nya terlalu risky…

    Sejak menerapkan sistem seperti itulah, hidup kami menjadi nyaman dalam berinvestasi saham :) . Aplikasi tersebut sampai sekarang kami berdayakan, berarti sudah 2 tahunan kami pakai…

    Dan tahukah anda, kami yang juga sebagai application developer, dari semua aplikasi yang pernah kami develop, aplikasi inilah yang mendatangkan value paling besar kepada kami.

    Sebagai gambaran, pada kurun waktu Mar s/d Nov 2007 saja, saya sudah menikmati gain, dengan mengambil profit Mar s/d Nov 2007 dan dana saya gunakan untuk membeli rumah kedua yang sekarang saya tempati :) Belum lagi profit-profit adik saya yang juga memakai aplikasi tersebut.

    Key success nya adalah malam hari kami bekerja, harus rajin membuat PR trading plan dan memantain Content alert dari aplikasi kami.

    Keesokan harinya, kami nikmati trade saham nya secara mekanikal tanpa emosi, jika ada alert datang just action. Jadi lebih nyaman tidak perlu melototin monitor dan fokus. Juga pola ini sangat meminimalkan faktor psikologis fear and greed.

    Regards.
    Budi Wiyono

    Kinerja Reksadana Terbaik Berdasarkan Return March 27, 2008

    Posted by ilmusaham in Investing Resources, My Corner, Useful Tools.
    Tags: ,
    add a comment

    Sumber Informasi Performansi Reksadana yang resmi adalah di website bapepam. Data yang diperoleh berupa data xls yang bisa kita olah sendiri.

    Selain itu, jika tidak ada waktu untuk mengolah sendiri, tersedia juga sumber informasi sekunder seperti portalreksadana.com, yang saya sudah cek cukup ter-update. Tools bisa di klik pilihan periodenya s/d bulanan dan tahunan.

    Contoh result:

    Saham

    No Produk Return
    (%)
    1 ABN AMRO Indonesia Equity Value Fund 0.00
    2 Si Dana Saham 0.00
    3 Panin Dana Maksima -7.49
    4 Reksadana Big Palapa -9.59
    5 OPTIMA SAHAM -10.10
    6 REKSA DANA SCHRODER DANA ISTIMEWA -10.52
    7 REKSA DANA NIKKO SAHAM NUSANTARA -11.15
    8 MAHANUSA DANA EKUITAS -11.41
    9 REKSA DANA EURO PEREGRINE EQUITY -11.47
    10 Reksadana Big Nusantara -11.87

    Semoga berguna.

    Day Trading using Pivot Point Bounce March 26, 2008

    Posted by ilmusaham in Investing Resources, Trading Resources.
    Tags: , , , ,
    add a comment

    From Adam Milton,
    Your Guide to Day Trading.

    Introduction

    The pivot point bounce trading system uses a short term timeframe and the standard daily pivot points, and trades the price moving toward, and then bouncing off of any of the full or half way pivot points.

    Pivot points are support and resistance levels that are calculated using the open, high, low, and close of the previous trading day. The pivot points include the pivot point itself, six full support and resistance points, and four half way support and resistance points, and are collectively referred to as the pivot points. When the price approaches a pivot point (especially for the first time in each direction), it will have a tendancy to reverse, and it is this reversal that is used by the pivot point bounce trading system.

    The default trade uses a 1 to 5 minute OHLC (Open, High, Low, and Close) bar chart, and the daily pivot points.

    1. Introduction
    2. Open a Chart
    3. Add the Pivot Points
    4. Wait for the Price to Move Towards a Pivot Point
    5. Wait for the Price to Touch the Pivot Point
    6. Enter your Trade
    7. Wait for your Trade to Exit
    8. Repeat the Trade
    9. Trading Reports

    Open a Chart

    Open a 1 minute OHLC (Open, High, Low, and Close) bar chart of your market.

    PivotPointBounce_1.png

    Add the Pivot Points

    Add the daily pivot points.

    PivotPointBounce_2.png

    Wait for the Price to Move Towards a Pivot Point

    Watch the market, and wait until the price is moving toward a pivot point. For a long trade, the price bars should be making new lows as they move towards the pivot point, and for a short trade the price bars should be making new highs as they move towards the pivot point.

    PivotPointBounce_3.png

    Wait for the Price to Touch the Pivot Point

    Wait for the price to touch the pivot point, which happens when the price trades at the pivot point price.

    PivotPointBounce_4.png

    Enter your Trade

    Enter your trade when the high (or low) of the first price bar that fails to make a new low (or high) is broken. The following list shows the steps required for both long and short entries :

    Long Trade

    1. Price bar touches the pivot point
    2. Subsequent price bar fails to make a new low
    3. Subsequent price bar breaks the high of the previous price bar

    Short Trade

    1. Price bar touches the pivot point
    2. Subsequent price bar fails to make a new high
    3. Subsequent price bar breaks the low of the previous price bar

    In the trade shown on the chart below, the bar that failed to make a new high is shown in white. The entry is when the subsequent price bar breaks the low of the entry bar, which is at 7217.0, with a target of 7207.0, and a default stop loss of 7222.0.

    The stop loss can be adjusted to use either the pivot point as the stop loss, or the high (or low) of the entry bar as the stop loss, depending upon the market being traded.

    There is no default order type for the pivot point bounce trade entry, but for the DAX the recommendation is a limit order.

    As soon as your entry order has been filled, make sure that your trading software has placed your target and stop loss orders, or place them manually if necessary. There is no default order type for either the target or stop loss, but for the DAX (and usually for all markets), the recommendation is a limit order for the target, and a stop order for the stop loss.

    PivotPointBounce_5.png

    Wait for your Trade to Exit

    Wait for the price to trade at your target or at your stop loss, and for either your target or stop loss order to get filled. The pivot point bounce trade can take anywhere from a few minutes to a couple of hours to reach your target or stop loss. Depending upon the market being traded, the target could be adjusted to be the next pivot point, and the stop loss could be adjusted to break even at a suitable time.

    The targets that are shown on the chart are at 7212.0 (10 ticks), and 7207.0 (20 ticks), both of which were filled by this trade.

    If your target order has been filled, then your trade has been a winning trade. If your stop loss order has been filled, then your trade has been a losing trade.

    PivotPointBounce_6.png

    Repeat the Trade

    Repeat the trade from step 4, as many times as necessary, until either your daily profit target is reached, or your market is no longer active.

    Trading Reports

    The pivot point bounce trading system will be reported in the blog, and you can use these trading reports to follow the pivot point bounce trade, and also to compare it to your own trading.

    If you have any questions about the pivot point bounce trading system, or would like to see additional charts of the trading system, leave a comment in the blog, and I will be glad to provide additional information.

    Melihat list portfolio reksadana ter-update March 25, 2008

    Posted by ilmusaham in My Corner, Useful Tools.
    Tags:
    add a comment

    URL:

    http://www.bapepam.go.id/reksadana/Aktifitas/LapBapPortoShow.asp?tTglFirst=20070501&tTglSecond=20080324&tReksaCode=MKTMANTAP&tBK=BALI1&tBKCode=BALI1

    Keterangan:

    • Update tTglSecond, contoh tTglSecond=20080324 (format:tahun bulan tanggal, gunakan tanggal sehari sebelum hari ini (T-1))
    • Update tReksaCode, contoh tReksaCode=MKTMANTAP, silakan melihat kodefikasi dari URL: http://www.bapepam.go.id/reksadana/Inquiry/ProfilRD.asp
    • Update tBK&tBKCode, silakan melihat kodefikasi dari URL: http://www.bapepam.go.id/reksadana/Inquiry/ProfilRD.asp

    Contoh Result:
    URL: http://www.bapepam.go.id/reksadana/Aktifitas/LapBapPortoShow.asp?tTglFirst=20070501&tTglSecond=20080324&tReksaCode=035600055431&tBK=HSBC1&tBKCode=HSBC1

    LAPORAN PORTOFOLIO REKSADANA
    10 Terbesar

    24 Maret 2008

    Manajer Investasi PT Mandiri Manajemen Investasi
    Bank Kustodian Hongkong and Shanghai Bank
    Nama Reksadana REKSA DANA MANDIRI INVESTA ATRAKTIF
    Jenis Reksadana (Terbuka/Tertutup) – (Perseroan/KIK) Terbuka – KIK
    Tipe Reksadana Saham
    No. Nama Efek Tipe Efek
    1 BUMI RESOURCES Tbk Saham
    2 ASTRA INTERNATIONAL Tbk Saham
    3 PERUSAHAAN GAS NEGARA (PERSERO) Tbk Saham
    4 TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk Saham
    5 ASTRA AGRO LESTARI Tbk Saham
    6 BANK MANDIRI ( PERSERO ) Tbk Saham
    7 INDO TAMBANGRAYA MEGAH Tbk Saham
    8 BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk Saham
    9 INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA Tbk Saham
    10 TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk Saham
     

    Semoga berguna

    Data pergerakan NAB Reksadana yang gratis March 23, 2008

    Posted by ilmusaham in My Corner, Useful Tools.
    Tags: ,
    2 comments

    Buat rekan yang butuh info data pergerakan NAB yg free:

    • ambil data nya di: http://www.bapepam.go.id/reksadana/Inquiry/NAVperRD.asp
    • pilih reksadana yg mana dan range tgl yg diperlukan (contoh: RD MAKINTA MANTAP)

    Result berupa grafik & download data xls nya.
    Semoga berguna,

    Rgds.
    Budi Wiyono

    Anda bisa jadi analis profesional March 18, 2008

    Posted by ilmusaham in Book Recommendation, Shared Lessons Learned, from CLUB.
    Tags: , , ,
    add a comment

    From: Danny Eugene
    Date: Tue, 18 Mar 2008 12:28:27 +0000 (GMT)

    Saya sangat setuju dengan Pa Soeratman. Sebenarnya semua orang bisa melakukan analisa fundamental dan technical tanpa bergantung pada riset para analis.
    Maaf seribu maaf ini kepada para analis, tanpa mengurangi rasa hormat saya, sebenarnya apa yg dilakukan para analis sangat mudah dan simple. Hanya terkadang kita membuat hal itu TERLIHAT complicated.
    Mengapa saya katakan demikian, krn pengalaman saya sebagai Head of Research. Intinya satu … banyak2 baca. Itu saja.
    Dr pengalaman saya beberapa buku yang sangat berguna :
    1. How to Make Money in Stock by William O’Neil
    2. The Essential Buffett by Robert G. Hagstrom
    3. How to Pick Stocks Like Warren Buffett by Timothy Vick
    4. Common Stock & Uncommon Profits by Philip A Fisher
    5. Damodaran on Valuation by Aswath Damodaran
    6. The Essays of Warren Buffett by Lawrence A Cunningham

    Jika kita benar2 berinvestasi di saham2 dengan fundamental bagus, tidak usah takut dengan fluktuasi harga harian.

    Saya mau mengutip satu cerita yang dituturkan Warren Buffett dalam salah satu Letter to Shareholder nya. Dia bercerita membeli saham itu seperti membeli tanah perkebunan. Tujuan nya adalah untuk kita bercocok tanam dan menghasilkan dalam beberapa tahun ke depan. Tapi apakah tanah yang kita beli jam 9:30 akan kita jual jam 9:40 hanya karena tanah di sebelah kita dijual dengan harga sedikit lebih rendah dr harga beli kita?

    Soeratman Doerachman wrote:

    Bagaimana caranya? Gampang. Baca saja artikel-artikel atau ulasan-ulasan up to date dari Yahoo Finance, Bloomberg, CNN Money, dengar CNBC, baca koran dan menggunakan nalar anda sendiri. Lalu ramu semuanya menjadi satu maka jadilah anda seorang analis. Saya yakin banyak analis di Indonesia berbuat yang sama. Mereka kelihatan lebih pintar karena mereka lebih rajin baca dan lebih rajin meramu daripada anda.

    Masalahnya adalah bagaimana meramu bumbunya sehingga rasanya jadi enak. Bumbu sama tapi cara campur berbeda maka rasanya akan berbeda. Jangan sampai ramuan anda keasinan, kemanisan, hambar atau malah nggak bisa dimakan sama sekali.

    Selamat menjadi analis profesional.

    Yahoo! Chart Tool March 18, 2008

    Posted by ilmusaham in Useful Tools, from CLUB.
    Tags: , ,
    add a comment

    http://rapidshare.com/files/160121153/StockWatch.zip

    This tool using MS IE 5.5 or later.
    Use semicolon ( ; ) separator for more than one stock code.
    ex: ANTM;ASII;TBLA
    or ANTM.JK;ASII.JK;TBLA.JK

    source: joseph chuang <ocepchuang@yahoo.com.sg>
    date: Thu, Mar 13, 2008 at 1:44 PM

    Widget untuk monitoring harga metal, commodity & saham March 18, 2008

    Posted by ilmusaham in Useful Tools, from CLUB.
    Tags: , ,
    add a comment

    Beberapa widget yang berguna untuk monitoring:

    Aplikasi widget dapat di download di http://widgets.yahoo.com/download/

    Cara instalasi: http://tradernubie.blogspot.com/

    Setelah di instal, untuk menjalankan widget tinggal Open Widget ..

    Semoga berguna.

    Warren Buffett Geser Posisi Bill Gates March 18, 2008

    Posted by ilmusaham in Investing Resources.
    Tags: , , ,
    add a comment

    Jum’at, 07/03/2008

    NEW YORK (SINDO) – Warren Buffett, investor Amerika Serikat (AS) yang juga pemimpin Berkshire Hathaway Inc, menggeser posisi pendiri Microsoft Corp Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia.

    Majalah Forbesdalam laporan terbarunya yang terbit Rab (5/3) memperkirakan kekayaan Buffett mencapai USD62 miliar (Rp560 triliun).

    Pengusaha telekomunikasi asal Meksiko Carlos Slim berada di posisi kedua dengan kekayaan USD60 miliar. ”Kini Gates berada di peringkat ketiga setelah 13 tahun berada di peringkat pertama. Kekayaan Gates diperkirakan sekitar USD58 miliar,” ungkap CEO Forbes, Steve Forbes.

    Menurut Forbes, keberhasilan Buffett menduduki posisi pertama merupakan pencapaian yang sangat penting.”Keberhasilannya itu terjadi saat krisis keuangan melanda dunia dan Buffett telah mulai menjadikan perusahaan dalam kegiatan amal,”papar Forbes. ”Meskipun dia (Buffett) menyumbangkan sejumlah keuntungannya tiap tahun, saham Berkshire Hathaway, sumber kekayaan Warren Buffett,terus meningkat pesat.” ”Kekayaan Buffett meningkat USD10 miliar dalam kalender tahun lalu,”ungkap Forbes.

    Buffett sering disebut sebagai Sage of Omaha oleh para investor karena dia hanya berinvestasi pada perusahaan-perusahaan besar yang mudah dimengerti bisnisnya, mendominasi pasar saham, serta memiliki pendapatan konsisten dan manajemen kuat. Pada awal 1960-an, Buffett mulai berinvestasi di Berkshire yang saat itu merupakan perusahaan pembuat tekstil. Sejak diambil alih, Berkshire dijadikan perusahaan induk untuk lebih 50 perusahaan mulai dari perusahaan cat Benjamin Moore, es krim Dairy Queen hingga pakaian dalam Fruit of the Loom dan pisau Ginsu.

    Gates telah berada di posisi pertama orang terkaya dunia sejak 1995.Saat itu dia menggeser kedudukan Yoshiaki Tsutsumi, pengusaha real estat asal Jepang.Tsutsumi keluar dari daftar orang terkaya dunia tahun lalu setelah menerima vonis penjara atas perjanjian keuangan palsu dan insider trading pada 2005. ”Harga saham Microsoft merosot sejak sebelum perusahaan milik Gates itu mengumumkan rencana akan membeli Yahoo senilai USD44,6 miliar pada 31 Januari,” ujar Forbes yang melakukan pemeringkatan berdasarkan harga saham 11 Februari 2008.

    Jika harga saham Microsoft tidak merosot terlalu banyak, Gates diperkirakan tidak akan terlalu jauh peringkatnya dari Buffett. Adapun Carlos Slim merupakan mantan pemain saham yang dikenal sering membeli perusahaan murah, sedang berkembang, dan menjadikannya mesin pencetak laba. Slim membangun perusahaannya dengan memprivatisasi eks perusahaan telepon Pemerintah Meksiko,Telmex. America Movil merupakan perusahaan pengembangan dari Telmex dan kini menjadi bendera bisnis Slim.

    America Movil telah menjadi perusahaan telepon seluler terbesar di Amerika Latin. Sejumlah pemimpin industri teknologi AS lainnya turun peringkat dalam daftar Forbes. Larry Ellison, CEO dan pendiri Oracle, turun ke peringkat 14 tahun ini, dari peringkat 11 tahun lalu.

    Sementara pendiri bersama Microsoft Paul Allen juga turun ke peringkat 41 dari peringkat 19 pada tahun lalu. Pendiri Google Sergey Brin dan Larry Page tetap berada dalam daftar orang terkaya dengan kekayaan masing-masing USD18,7 miliar dan USD18,6 miliar.

    Mereka berada di peringkat 32 dan 33. Menurut Forbes sebagian besar dari 10 orang terkaya dunia tetap berasal dari industri berat dan komoditas. Peringkat 4 ditempati Lakshmi Mittal, pengusaha baja, tempat kelima Mukesh Ambani pengusaha minyak, dan tempat keenam Anil Ambani, saudara Mukesh yang merupakan pengusaha di bidang listrik dan komunikasi. Oleg Deripaska, pemilik perusahaan alumunium, berada di peringkat 9. Dua pengusaha ritel berada dalam daftar 10 orang terkaya dunia.
    Yang pertama adalah pendiri Ikea, Ingvar Kamprad dari Swedia, di peringkat 7.Kedua, pendiri toko diskon asal Jerman, Aldi, Karl Albrecht di peringkat 10. Pengembang real estat India KP Singh di peringkat 8. Khusus di Asia Pasifik, Australia memiliki jumlah lebih banyak miliarder di Asia Pasifik dengan 14 miliarder. Diikuti 12 milialder asal Korea Selatan (Korsel) dan delapan miliarder asal Malaysia.

    Lalu, tujuh miliarder asal Taiwan. Dari Indonesia dan Singapura masing masing ada lima miliarder. Kemudian tiga miliarder dari Thailand dan dua miliarder dari Filipina. ”Total kekayaan 1.125 miliarder dunia mencapai USD4,4 triliun. Daftar miliarder itu meningkat dua kali lipat dalam empat tahun terakhir,” ungkap majalah Forbes. Menurut Forbes, ada 469 miliarder AS dengan total kekayaan USD1,6 triliun. Sementara itu ada 656 miliarder yang tinggal di luar AS dengan total kekayaan USD2,8 triliun.

    ”Rusia menjadi wilayah kedua terbesar sebagai tempat tinggal 87 miliarder dan Moskow kini menjadi pusat miliarder terbanyak di dunia. Ibu kota Rusia itu kini menjadi tempat tinggal lebih banyak miliarder dibandingkan Kota New York,” ungkap majalah Forbes. India, China, dan Turki juga menjadi tempat tinggal terbanyak dari para miliarder.

    Miliarder termuda dunia berusia 23 tahun, Mark Zuckerberg, merupakan pendiri situs jaringan sosial Facebook. Forbes memperkirakan jumlah kekayaannya USD1,5 miliar. ”Dia merupakan miliarder termuda yang pernah muncul dalam daftar peringkat miliarder dunia Forbes,”ungkap majalah itu. Zuckerberg berada diperingkat 785 dari seluruh daftar orang terkaya dunia versi Forbes. Kalkulasi Forbes itu juga berdasarkan nilai investasi Microsoft sebesar USD240 juta tahun lalu di Facebook.

    Source: SINDO

    Fundamental Analyzer Beta Version March 18, 2008

    Posted by ilmusaham in Useful Tools, from CLUB.
    Tags:
    add a comment

    http://rapidshare.com/files/160119544/FundamentalBETAv.01.xls.html

    Silahkan dicoba dan mohon kritiknya untuk pengembangan template ini dan untuk diri saya agar menjadi lebih baik lagi.
    Ini masih versi BETA dan saya belum sempat test historical karena memang tidak dapat menyempatkan waktu.

    Hasil target price sangat tergantung dari rata2 industri jadi keakuratan data rata-rata industri jadi kalau bisa dicek melalui reuters jangan ditebak.

    Thx

    from    ata <x3n0g34rs@yahoo.com>
    date    Tue, Jun 19, 2007 at 11:11 AM