jump to navigation

Blackberry Stock monitoring tools June 8, 2009

Posted by ilmusaham in Useful Tools.
Tags: ,
add a comment

Blackberry Stock monitoring tools:

http://btest.bloomberg.com/blackberry/43/download.jad

Mengetahui Perbedaan Retracement dan Reversal May 9, 2009

Posted by ilmusaham in Tutorial.
add a comment

Kebanyakan dari kita bertanya-tanya, apakah penurunan harga saham bertahan untuk jangka panjang atau akan tersendat. Beberapa dari kami telah menjual saham kami dalam situasi seperti ini, hanya untuk melihatnya naik ke harga highs baru setelah beberapa hari kemudian. Ini adalah frustasi dan skenario yang umum, namun hal ini dapat kita hindari jika anda tahu cara untuk mengidentifikasi dan mengetahui retracements yang benar.

Apa Itu Retracements?

Retracements adalah harga reversals sementara yang berlangsung dalam trend panjang. Kuncinya di sini adalah harga reversals sementara dan tidak mengindikasikan perubahan dalam trend panjang.

Gambar 1 menunjukkan contoh retracements dalam price action sebuah pergerakan saham

retracement1

Gambar 1

Pentingnya Mengenali Retracements

Penting untuk mengetahui cara membedakan retracement dari reversal. Ada beberapa kunci perbedaan utama antara keduanya:

retracement1-1

Gambar 2

FAKTOR

1. Volume Retracement: Pengambilan keuntungan oleh pelaku pasar retail

Volume Reversal: Penjualan oleh institusi atau investor besar

2. Arus Uang Retracement: Minat Buy meningkat selama trend menurun

Arus Uang Reversal: Minat untuk Buy sedikit

3. Pola Grafik Retracement: Banyak pola reversal, terbatas pada candles

Pola Grafik Reversal: Beberapa pola reversal, pola grafik (double top, dll)

4. Minat Short Retracement: Tidak ada perubahan pada minat Short

Minat Short Reversal: Minat Short meningkat

5. Time Frame Retracement: Short-term reversal, berlangsung tidak lebih dari satu atau dua minggu

Time Frame Reversal: Long-term reversal, berlangsung lebih dari beberapa minggu

6. Fundamental Retracement: Tidak ada perubahan pada fundamentals

Fundamental Reversal: Perubahan spekulasi akan perubahan fundamental

7. Aktivitas Terbaru Retracement: Biasanya terjadi setelah keuntungan besar

Aktivitas Terbaru Reversal: Bisa terjadi kapan saja, bahkan selama perdagangan reguler

8. Candlesticks Retracement: “Indecision” candles – terdapat tipikal long tops dan bottoms (spinning tops, dll)

Candlesticks Reversal: Reversal candles – termasuk engulfings, soldiers dan pola yang sejenis yang lainnya

Jadi, mengapa mengetahui retracements sangat penting? Ketika harga berbalik, sebagian besar pelaku pasar dan investor berhadapan dengan keputusan sulit. Mereka memiliki tiga pilihan:

1. Terus menahan sell-off, dapat mengakibatkan kerugian besar jika retracement ternyata menjadi tren reversal yang lebih besar.

2. Menjual dan membeli kembali ketika harga recovery akan menghamburkan uang untuk komisi dan spreads. Ini juga mengakibatkan kehilangan kesempatan jika harga recovery tajam.

3. Menjual secara permanent dapat mengakibatkan kehilangan kesempatan jika harga recovery.

Dengan mengidentifikasi pergerakan retracement atau reversal, Anda dapat mengurangi biaya, membatasi kerugian dan membangun keuntungan.

Menentukan Ruang Lingkup

Setelah Anda tahu cara untuk mengidentifikasi retracements, Anda dapat mempelajari cara untuk memastikan ruang lingkup. Berikut ini adalah alat yang paling populer yang digunakan:

• Fibonacci retracements

• Pivot point support dan resistance

• Trendline support dan resistance

Fibonacci Retracements

Fibonacci retracements adalah alat yang luar biasa untuk menghitung lingkup retracement. Mereka paling banyak digunakan di pasar valuta asing, tetapi juga digunakan di pasar saham. Untuk menggunakannya, cukup menggunakan alat fibonacci retracement (tersedia di sebagian besar software grafik) untuk menarik garis dari atas ke bawah dari impuls gelombang.

retracement2

Gambar 3

Pivot Points

Level pivot point juga sering digunakan pada saat menentukan lingkup dari retracement. Sebagian besar pelaku pasar melihat support terendah (S1, S2, S3), jika mereka break maka reversal dapat terbentuk.

Trendline Supports

Jika trendlines major mendukung trend yang lebih besar yang break pada volume tinggi, maka kemungkinan reversal akan terjadi. Pola grafik dan candlesticks sering digunakan dalam hubungannya dengan trendlines untuk mengkonfirmasi reversals

Berhadapan Dengan Signal Palsu

Meskipun retracement memenuhi semua kriteria yang tercantum dalam tabel Faktor diatas, dapat berubah menjadi reversal dengan sedikit peringatan. Cara terbaik untuk melindungi diri sendiri terhadap reversal adalah dengan menggunakan stop-loss poin. Di sini bagaimana Anda bisa melakukannya:

1. Anda dapat memperkirakan tingkat retracement menggunakan teknik analisis dan menempatkan stop-loss poin di bawah level tersebut.

2. Sebagai alternative, Anda bisa menempatkan stop-loss di bawah trendline support jangka panjang atau moving average.

Idealnya, apa yang ingin Anda lakukan untuk mengurangi resiko keluar pada saat retracement, sementara masih dapat keluar retracement dalam waktu yang tepat.

Kesimpulan

Sebagai pelaku pasar, Anda harus dapat membedakan antara retracements dan reversals. Tanpa pengetahuan ini, Anda beresiko terhadap banyak hal seperti, keluar terlalu cepat dan menghilangkan kesempatan, menahan posisi kekalahan dan kehilangan uang, dan membuang uang pada komisi atau spreads. Dengan menggabungkan teknik analisis dengan beberapa identifikasi langkah-langkah dasar, Anda dapat melindungi diri dari resiko dan menempatkan perdagangan Anda dengan lebih baik.

by: Andre Pamungkas

DJI Wave Status : Summary & Outlook (May 2009) May 1, 2009

Posted by ilmusaham in from CLUB.
Tags: , ,
add a comment
dji_wave_status_may2009.jpg

dji_wave_status_may2009.jpg

Source: Ipat

Elliot Wave View of JCI and DJI from Satrio Utomo (14 Apr 09) April 14, 2009

Posted by ilmusaham in from CLUB, from Stock Expert.
Tags: , , , ,
add a comment
Repost notes yang saya tulis awal April lalu…. mulai kejadian di hari-hari ini…

hehehe…

(gitu kok analis teknikal disuruh baca berita…. analis teknikal itu bisa aja jauh didepan berita… asal tahu caranya….)

———–

Kalau kita cermati disekitar kita, kita masih mendapati banyak analis fundamental yang belum bullish, padahal, market sudah bergerak lebih dari 10% dari bottomnya. Pertanyaannya: kapan sih mereka akan berubah menjadi bullish?

Marilah kita melihat gambar berikut ini:

Kita baru saja keluar dari Wave 2. Pada wave 2 ini ditandai dengan kondisi fundamental yang lebih jelek, tapi tidak bisa menekan harga turun lebih dalam dibandingkan dengan titik terendah sebelumnya. Dow mencetak titik terendah yang baru pada bulan Maret ini. Akan tetapi, penurunan IHSG hanya tertahan oleh support di 1261. IHSG tidak membuat titik terendah baru seperti yang diharapkan oleh banyak analis fundamental pada bulan Januari. Dan kemudian DJI rebound, dan IHSG mengikuti. Rebound yang terjadi, masih terada ‘irrasional’ bagi analis fundamental.

Sekarang.. dilihat dari posisi penutupan DJI semalam, dan IHSG kemarin, terdapat kemungkinan besar bahwa DJI dan IHSG akan memulai wave ke 3-nya. Pada gambar diatas dapat dilihat, bahwa wave 3 ditandai dengan market yang kuat, lebar, dan kondisi fundamental yang mulai membaik. Jadi kedepan, analis fundamental yang mulai ragu-ragu akan pendapat bearishnya, akan mulai mengubah pendapatnya menjadi sedikit lebih bullish, atau malah berubah 180 derajat menjadi bullish.

Menurut perkiraan saya sih… Analis fundamental biasanya baru berubah pendapat, jika wave 3 sudah terkonfirmasi. Artinya, jika IHSG mampu menembus titik tertinggi dari wave pertama (dalam hal ini, jika IHSG mampu menembus kisaran 1470 – 1500).. disaat itu nanti, sebentar lagi.. para analis fundamental mulai akan berubah menjadi bullish. Ini sesuai dengan karakteristik dari wave 3: Kuat, lebar, dan didukung oleh fundamental yang terbaik (lihat gambar di atas). Kapan? Bisa minggu ini, bisa minggu depan. Dan dilihat dari posisi DJI semalam, dan juga posisi IHSG kemarin, saya kira akan banyak analis fundamental yang mengikuti jejak JP Morgan dalam melakukan market outlook upgrade.

Dow akan bergerak menuju level 10.000 dalam waktu dekat. IHSG akan bergerak naik menuju 1610 (jika tidak extended), atau bahkan 1750 – 1850 (jika extended). Mari kita manfaatkan kenaikan ini dengan sebaik-baiknya.

Happy trading, semoga untung!!!

Satrio Utomo
Trader – Technical Analyst.

Tantangan untuk Trader: Mengubah diri menjadi Investor April 6, 2009

Posted by ilmusaham in from Stock Expert.
Tags: , ,
add a comment

Artha Graha, 6 April 2009

Selamat pagi…

Trader berbeda dengan Investor. Ini telah sering saya bahas dalam berbagai notes saya sebelumnya. Trader lebih berorientasi jangka pendek, dan keuntungan (harus selalu untung malahan, 100% tidak mau rugi). Sedangkan Investor, lebih berorientasi jangka panjang, dan ke-’masuk akal’-an (nahan posisi rugi gpp, yang penting masuk akal).

Akan tetapi, dalam kondisi market yang tengah memasuki wave ke 3 seperti ini. Tantangan untuk seorang trader adalah berbeda. Dalam sebuah trend yang kuat, seorang trader dituntut untuk bisa selama mungkin menumpang (riding) pada trend naik itu. Dalam kondisi seperti ini, seorang trader dituntut untuk bisa menahan posisi beli selama mungkin. Mengubah kebiasaan dari beli-jual dengan menahan dalam waktu singkat/cepat, menjadi beli, dan terus membeli, dan terus membeli selama tidak ditemui adanya trend reversal. Dari ‘beli-jual-beli-jual-beli-jual’, menjadi ‘beli-beli-……-beli-jual’.

Ya. Posisi jual hanya dilakukan jika didapati adanya trend reversal. Selama tidak ada tanda reversal, teruslah beli, tambah posisi, (kalau perlu dan anda sudah merasa skill anda cukup) gunakanlah margin. Tapi jangan lupa untuk terus juga menaikkan posisi stoploss.

Jadi untuk posisi minggu ini:

  • Selama IHSG tidak ditutup dibawah 1477 – 1494, atau DJI tidak ditutup dibawah 7850, terus lakukan akumulasi. Potensi kenaikan IHSG dan DJI masih cukup luas. Masih lebih dari 20%.
  • Untuk sementara, fokus tetap pada ‘9 Kunci Kemenangan Plus’ (TLKM, BBRI, BMRI, ASII, PGAS, AALI, UNTR, PTBA, dan INCO, plus BBCA dan LSIP).
  • Pembelian/akumulasi atas saham-saham lapis dua/tiga (terutama sektor properti) sudah mulai bisa dilakukan, akan tetapi, sektor ini sepertinya baru menunjukkan volume yang besar pada minggu ketiga – keempat bulan April ini.
  • Jika anda kepingin lebih spesifik, fokus pada emiten penghasil CPO dan komoditas lainnya. Sektor infrastruktur (TLKM dan PGAS) bisa menjadi pilihan sekunder. Untuk sektor perbankan, harga akan juga bergerak naik, tapi sepertinya hanya sejalan dengan kenaikan IHSG.
    * Jika anda menggunakan margin, jangan lupa untuk terus menaikkan posisi stoploss setiap kali anda melakukan penambahan posisi.

At the end of the day: market masih akan naik, dengan potensi kenaikan yang cukup besar. Beli saham apapun juga semestinya naik. (Kecuali (mungkin) jika anda membeli saham MYRX-P, atau saham-saham pilihan Ferry Latuhihin… hehehehe). Just keep buying, but dont forget to raise your stoploss everytime you add your position.

Happy trading, semoga untung!!!

Satrio Utomo
Trader – Technical Analysis

DE’s FreqAnalyser Update April 5, 2009

Posted by ilmusaham in Useful Tools, from Stock Expert.
Tags: , ,
add a comment

http://rapidshare.com/files/215254093/FreqAnalyzer.rar.html

FreqAnalyser Update caused by BEI JATS server upgrade, BEI text file format also changed.
So FreqAnalyser code update is needed, then FreqAnalyser’s download process can be successful.

Regards,
DE

Elliot Wave Analysis for JCI/IHSG, 31 May 09 April 5, 2009

Posted by ilmusaham in Shared Lessons Learned, from Stock Expert.
Tags: , ,
add a comment

JCI/IHSG: Wave 4 of Upper Wave 5
JCI is currently in wave 4 of wave preponderance that wave 5.

Elliot Wave of JCI 31 May 09

Elliot Wave of JCI 31 May 09

Wave 4 FURTHER influenced by this wave of JCI Emiten financial reports I sent yesterday from 31 May 09 (deadline)

Courtesy of “Embah/OB”

Kesalahan Mematikan yang Mungkin dilakukan oleh Trader December 25, 2008

Posted by ilmusaham in Investing Experience, Shared Lessons Learned.
Tags: , ,
add a comment

Source:  Satrio Utomo

Kesalahan mematikan adalah kesalahan yang membuat seorang pemodal kehilangan total atas ekuitas yang diinvestasikan di pasar modal. Kesalahan mematikan yang bisa dilakukan oleh seorang investor hanya satu: Investasi dengan menggunakan fasilitas margin tanpa didukung oleh adanya jaminan yang memadai. Akan tetapi, bagi seorang trader yang kondisinya lebih beresiko karena modal yang lebih kecil, jangka waktu investasinya yang pendek, padahal memiliki target keuntungan yang lebih besar. Dari pengamatan saya atas banyak sekali trader yang saya temui.. (dan berdasarkan referensi yang saya baca juga), saya melihat bahwa ada beberapa kesalahan standar yang sering kali dilakujkan oleh seorang trader. Kesalahan yang mematikan ini adalah sebagai berikut:

· Melakukan transaksi bukan berdasarkan atas prediksi sendiri
Never show up in a gunfight with a dull knife. Melakukan posisi trading dengan tanpa dibekali dengan prediksi sendiri yang akurat itu sama saja dengan menantang berkelahi orang memegang pistol, sedangkan anda sendiri tidak memiliki senjata apa-apa! Jika anda ingin posisi yang aman, jadilah investor. Carilah emiten yang memiliki prospek bagus untuk jangka panjang, beli, kemudian simpan. Jika anda ingin aman, jangan mencoba-coba untuk melakukan posisi trading! Trading itu jauh lebih beresiko, terutama jika dilakukan dengan hanya mengandalkan berita, info, rumor yang anda sendiri tidak tahu kebenarannya. Transaksi berdasarkan pendapat orang lain membuat anda tidak berada dalam kontrol atas resiko anda sendiri. Dan berita buruknya: Ketika harga berbalik arah, orang yang memberikan anda info/rekomendasi/berita/rumor pasti akan menghindar ketika minta pertanggung jawaban. Seorang trader yang sukses harus melakukan transaksi berdasarkan prediksinya sendiri demi tercapainya pengendalian resiko yang optimal. Uang yang anda gunakan untuk investasi, itu dicari dengan susah payah. Bursa terlalu penuh oleh orang yang selalu berusaha mengambil uang itu, didalam kelengahan anda. Akan tetapi, kemampuan untuk memprediksi yang baik bukanlah suatu hal yang bisa diperoleh dengan mudah. Perlu tekad yang kuat, perlu kerja keras, dan perlu disiplin dalam belajar. Sudah begitu, anda perlu mengetahui jalan yang benar untuk belajar dalam memprediksi pergerakan harga saham. Dari pengalaman kami dalam melatih investor awam atau seorang account officer yang baru, cara paling cepat untuk bisa mempelajari prediksi dengan presisi tinggi, memang hanya bisa diperoleh dengan menggunakan analisis teknikal. Lagian, posisi demografis Indonesia yang tersebar, membuat transaksi berdasarkan atas informasi menjadi handicap bagi mereka yang tinggal jauh dari hinggar binggar kota Jakarta. Bayangkan, ketika pelaku pasar di daerah SBCD Sudirman sudah menikmati Koran Kontan pada jam 6.15, jauh sebelum perdangang di lantai Bursa Efek Indonesia dibuka. Disisi lain, di kota Malang, Jawa Timur, Koran Kontan terbaru pada jam 16.15 sore hari setelah bursa tutup, kadang kala adalah Koran Kontan di hari kemarin! Sebenarnya, dengan membaca buku yang benar, berlatih setiap hari, dan mereview setiap prediksi dua – tiga bulan setelah prediksi dibuat, seseorang bisa memprediksi dengan ketepatan 6 prediksi benar dari 10 prediksi, dalam waktu kurang dari 6 bulan. Meskipun demikian, diktum bahwa harga saham bergerak secara random memang telah membuat orang sering kali terlalu skeptis mengenai kebenaran bahwa harga saham itu bisa diprediksi dengan probabilitas yang tinggi.

· Selalu ingin tahu lebih dalam tentang mengapa harga bergerak
Aku berpikir maka aku ada. Itu adalah pernyataan dari seorang filsuf Prancis, Rene Descartes di abad ke 17. Pernyataan ini memancing manusia selalu selalu berpikir mengenai apa dan mengapa sebuah kejadian terjadi, termasuk diantaranya mengapa harga bergerak, mengapa harga naik, mengapa harga turun, dan sebagainya. Ini berita buruknya: mengingat sebagai seorang investor retail yang kecil, kita selalu berada dirantai paling dasar dari rantai makanan, maka selalu mencari rasionalitas atas segala pergerakan harga akan selalu membuat kita selalu terlambat dalam bereaksi terhadap pergerakan harga! Dalam beberapa hari terakhir di bulan Oktober ini saja, saya kira banyak dari anda semua yang merasa seperti ini: Ini benar-benar gila. Semua berita masih jelek. Rupiah masih terus bertengger diatas Rp10.000 per US$ akibat ketidakpercayaan pasar setelah kasus Indover, Issue Subprime di Amerika juga terlihat masih belum selesai, harga komoditas juga masih bertahan di kisaran rendah, belum lagi kejelasan mengenai berbagai permasalahan yang menimpa grup Bakrie, sepertinya juga masih belum menujukkan titik terang. Padahal, kalau kita lihat realitasnya sesuai dengan posisi harga penutupan pada hari Jumat lalu: Harga saham Astra International, Bank Rakyat Indosia, PT Bukit Asam, dan PT Astra Agro Lestari sudah mencatatkan kenaikan harga lebih dari 25% jika dilihat dari titik terendahnya. Dan ELTY – Warrant, salah satu derivatif dari saham grup Bakrie, bahkan sudah sempat mengenyam harga tertinggi di level Rp 35 per lembar saham, atau sudah naik lebih dari 4 kali dari level terendahnya di harga Rp 8 per lembar saham!!
Ketika anda memutuskan untuk menjadi seorang trader, anda harus ikhlas untuk menerima kenyataan bahwa mengetahui kemana harga bergerak itu lebih penting dari pada informasi apa yang mendasari pergerakan suatu harga. Dan posisi beli dan jual yang harus anda lakukan adalah beli ketika arah pergerakan harga terlihat akan bergerak naik, dan jual ketika pergerakan harga terlihat akan bergerak turun! Alasan mengapa anda melakukan beli atau jual? Nanti… nanti mungkin baru akan terlihat. Sejalan pergerakan waktu.

· Berganti jangka waktu
Berganti jangka waktu ini adalah apa yang sudah kita bahas dalam tulisan saya yang pertama. Rencananya sih one day trading. Tapi, karena posisi di hari itu under water (rugi tipis, barang satu atau dua poin), jadi posisinya kemudian ditahan. Setelah dua – tiga hari, harga bergerak semakin turun. Rugi semakin dalam. Posisi kemudian diubah menjadi investasi. Padahal dalam melakukan pembelian, trader ini menggunakan rekening margin. Menurut pengamatan kami, kejadian seperti ini adalah pembunuh terbesar dari trader yang mencari peruntungan di Bursa Efek Indonesia. Untuk mengatasi hal ini, seorang trader memang harus disiplin. Disiplin memang adalah salah satu kunci sukses dari seorang trader.

· Salah mengartikan kemenangan
Salah satu pertanda dari market yang bullish terlalu lama adalah munculnya orang yang berhasil meraup kekayaan dari pasar modal. Trader yang sukses, begitu mereka menyebut dirinya. Trader yang sukses ini kemudian membuat success seminar dimana setiap orang yang berminat dikenai biaya yang sangat tinggi. Perlu diingat bahwa pembuktian sebenarnya kepandaian seorang trader adalah disaat koreksi tajam seperti yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Koreksi tajam seperti apa yang terjadi belakangan ini adalah penyaring yang bagus antara mereka yang pintar dan yang beruntung. Yang pintar akan tetap bisa exist dalam posisi kerugian yang minim. Sedangkan mereka yang hanya beruntung, sudah dipastikan akan habis tersapu oleh ‚tsunami pasar modal’. Apa yang bisa dilakukan? Menilai orang lain itu gampang. Tapi menilai diri sendiri itu jauh lebih sulit. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melihat track record dari trading anda. Jadikanlah setiap posisi trading yang anda lakukan sebagai jejak anda. Catatlah setiap posisi: mana posisi yang untung, mana posisi yang rugi, berapa keuntungan/kerugian yang anda dapatkan, berapa jangka waktu menyimpannya (holding periods-nya). Ingat: tujuan anda adalah trading untuk mencapai keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu sesingkat-singkatnya. Jadi anda tinggal melihat: berapa posisi untung jika dibandingkan dengan posisi rugi, berapa rata-rata keuntungan yang anda bisa dapatkan untuk setiap N posisi (misalnya 10 posisi, atau 20 posisi), berapa rata-rata kerugian yang anda harus bayar untuk setiap posisi cut loss yang anda lakukan, dan berapa rata-rata holding periods untuk setiap posisi untung. Trader yang pintar adalah trader yang lebih banyak memiliki posisi menang dibandingkan dengan posisi kalah, mampu melakukan ‚let the profit run and cut the losses short’, dan dengan holding periods yang sependek mungkin.

· Menghitung keuntungan
Ketika berinvestasi di pasar modal, seorang pemodal selalu membandingkan keuntungan yang bisa didapat dengan alternatif investasi yang lain, seperti tabungan atau deposito. Kondisi ini membuat seorang trader cenderung untuk melakukan aksi ambil untung jika posisinya telah mencapai tingkat keuntungan tertentu. Bisa 10%, bisa 15%, bisa juga 20%. Anda tahu? Perilaku seperti ini bisa membuat membatasi keuntungan anda. Padahal, aturan mainnya adalah: beli ketika harga akan bergerak naik dan jual ketika harga akan bergerak turun. Selama tidak ada tanda bahwa harga akan bergerak turun, sebaiknya tidak perlu anda melakukan posisi jual. Let the profit run. Begitu yang biasa dikatakan oleh orang.

· Gagal untuk Cut Loss dalam kerugian yang minim
Ketika sudah menjadi kaya, orang akan takut untuk kembali menjadi miskin. Ini yang membuat seorang pemodal tidak mau mengambil posisi cut loss. Berita buruknya: pergerakan harga saham itu bisa naik dan bisa juga turun. Selain itu, harga saham memiliki sejarah yang panjang untuk bergerak lebih lebar dari pada yang diperkirakan. Ketika harga akan bergerak turun, buat apa kita masih melakukan hold posisi? Kalau bisa sih, malah posisi short yang harus diambil! Cut your loses short. Itu yang sering dikatakan oleh para trader yang baik.

‘Rencana Trading’ (trading plan): Solusi dari semua permasalahan
Setiap investasi itu sebaiknya dilakukan berdasarkan perencanaan. Perencanaan ini diperlukan mengingat semua kegiatan investasi memiliki resiko kerugian. Ketika mendirikan sebuah toko misalnya, seorang pemodal akan membutuhkan sebuah perencanaan yang detail mengenai barang apa yang akan dijual, bagaimana layout dari toko, berapa jumlah karyawan, bagaimana proses perijinannya, dan masih banyak lagi lainnya. Ringkasnya, untuk membuka sebuah toko, seorang pemodal membutuhkan waktu setidaknya tiga sampai enam bulan (atau bahkan juga bisa lebih) jika dihitung dari saat munculnya keingingan untuk membuka toko, hingga toko tersebut berjalan. Kondisinya berbeda jika seorang pemodal berkeinginan untuk melakukan transaksi saham. Pemodal tinggal membuka account di sebuah perusahaan sekuritas, setor dana, dan kemudian bisa langsung melakukan transaksi saham. Beli – Jual. Untung – Rugi. Proses itu bisa selesai dalam waktu satu – dua hari, jika semua persyaratan sudah lengkap. Intinya: Dibandingkan investasi di pasar modal, investasi sektor riil terasa lama dan ribet. Investasi pasar modal: cepat, mudah. Kemudahan dan kecepatan yang melekat pada investasi pasar modal inilah yang kemudian membuat pemodal lupa untuk membuat perencanaan. Seorang trader sebaiknya juga membuat sebuah rencana trading (trading plan). Trading plan adalah sebuah perencanaan mengenai saham apa yang akan diamati, bagaimana kondisi yang membuat trader tersebut membeli saham tersebut (entry) dan bagaimana kondisi yang membuat trader tersebut melakukan posisi jual (exit). Exit dalam artian jual dalam posisi profit taking, maupun jual dalam posisi rugi (cut loss). Pada trading plan ini, setiap trader harus menghitung reward to risk ratio (rasio yang membandingkan kondisi jika saham yang dibeli dijual pada target harga profit taking dibandingkan dengan kerugian yang harus dibayar jika harga dijual pada harga stop loss) sehingga ia selalu mengetahui resiko yang dihadapinya setiap melakukan trading entry.

Keputusan untuk menjadi seorang Pemodal di Bursa Efek Indonesia, bukanlah keputusan mudah. Dan sebelum anda berkecimpung, sebaiknya semenjak awal anda sudah menentukan dulu, apakah anda mau menjadi investor yang baik, atau menjadi trader yang pintar. Tidak ada pilihan lain diluar dua pilihan tersebut. Bursa terlalu penuh dengan orang-orang yang siap untuk mengambil uang yang anda miliki ketika sedikit saja anda lengah. Jika anda menginginkan resiko yang rendah, jadilah investor yang baik. Pilih saham dari emiten yang memiliki prospek jangka panjang yang bagus, beli, kemudian simpan. Akan tetapi, jika anda untuk memutuskan menjadi trader, jadilah trader yang pandai. Beli ketika harga akan bergerak naik, dan jual ketika harga akan bergerak turun. Jadilah trader yang disiplin, mau untuk terus belajar, mau untuk terus bekerja keras, menempa diri untuk menjadi yang terbaik. Tidak ada yang hadiah gratis dari lantai peredagangan Bursa Efek Indonesia. Tidak cukup hanya keberuntungan untuk bisa menjadi ‚Kaya dari Pasar Modal’.

Happy Trading, Semoga Untung!!!

(Tulisan ini terinspirasi oleh 7 Deadly Sin of Traders and how to combat them, salah satu bab dari buku Master Day Trader, karangan Oliver Velez dan Gregg Capra)

BullQuote YF for Amibroker Intraday Charting December 17, 2008

Posted by ilmusaham in Useful Tools.
Tags: , , ,
add a comment

Semoga Bermanfaat

sumber dari
http://forum.detik.com/showthread.php?t=73644
Thks to : Arelo

Rekan2,

Ada tools baru untuk intraday dengan AmiBroker. Ini benar2 GRATIS loh, dan BUKAN shareware. Namanya BullQuote YF for Ami Intraday. Bisa didownload di:

BullQuote YF for Ami Intraday V1.0.3

Untuk fitur dan cara penggunaannya dapat didownload di:

Manual BullQuote YF for Ami Intraday

Bila ada pertanyaan, silakan gabung di chatroom #bullbeary di server irc.dal.net, di sana banyak rekan2 lain yg bersedia membantu. Atau juga bisa langsung tanya di thread ini.

Selain tools ini masih ada juga beberapa tools lain, misalnya BullQuote BEI Downloader yang berguna untuk mendownload data EOD langsung dari server BEI untuk datafeed AmiBroker atau MetaStock. Pokoknya buruan deh gabung ke #bullbeary, banyak tools gratis dan gratis.

Bila Anda bermasalah dengan mendownload dari rapidshare, silakan download dari link alternatif:

Alternatif BullQuote YF for Ami Intraday v1.0.3.zip

Alternatif Manual_BullQuote_YF_Intraday.zip

Alternatif BullQuote Hots for Ami Intraday v1.0.2.zip

Seluruh file .zip ini menggunakan password bullbeary

Source: Aditya

Sebab-sebab Krisis Global dan Dampaknya terhadap Indonesia (Kwik Kian Gie) December 5, 2008

Posted by ilmusaham in Investing Resources.
Tags:
add a comment

Krisis Keuangan Global (Artikel 1)
Kamis, 06 Nopember 08

Sebab-sebab dan Dampaknya terhadap Indonesia

Bahwa terjadi krisis maha dahsyat di Amerika Serikat yang menyebar ke semua negara di dunia sudah sangat banyak kita baca. Namun tidak banyak yang menjelaskan tentang sebab-sebabnya, dan juga tidak banyak yang menguraikan tentang landasan dari sebab-sebab itu, yaitu mashab pikiran atau ideologi yang memungkinkan dipraktekannya cara-cara penggelembungan di sektor keuangan.

Tentang yang pertama, media massa di negara-negara maju banyak yang mengulasnya. Intinya sebagai berikut.

Bank hipotik yang mengkhususkan diri memberikan kredit untuk pembelian rumah, dengan sendirinya mempunyai tagihan kepada penerima kredit yang menggunakan uangnya untuk membeli rumah. Jaminan atas kelancaran pembayaran cicilan utang pokok dan bunganya adalah rumah yang dibiayai oleh bank hipotik tersebut. Kita sebut tagihan ini tagihan primer, karena langsung dijamin oleh rumah, atau barang nyata. Tagihannya bank hipotik kepada para penerima kredit berbentuk kontrak kredit yang berwujud kertas. Istilahnya adalah pengertasan dari barang nyata berbentuk rumah. Karena kertas yang diciptakannya ini mutlak mewakili kepemilikan rumah sebelum hutang oleh pengutang lunas, maka kertas ini disebut surat berharga atau security. Pekerjaan mengertaskan barang nyata yang berbentuk rumah disebutsecuritization of asset.

Katakanlah bank hipotik ini bernama Bear Sterns. Bear Sterns mengkonversi uang tunainya ke dalam kewajiban cicilan utang pokok beserta pembayaran bunga oleh para penghutang atau debitur. Jadi uang tunai atau likuiditasnya berkurang. Namun Bear Sterns memegang surat berharga atau security yang berbentuk kontrak kredit atau tagihan kepada para debiturnya. Bear Sterns mengelompokkan surat-surat tagihan tersebut ke dalam kelompok-kelompok yang setiap kelompoknya mengandung surat tagih dengan tanggal jatuh tempo pembayaran yang sama. Setiap kelompok ini dijadikan landasan untuk menerbitkan surat utang yang dijual kepada Lehman Brothers (misalnya) dan bank-bank lain yang semuanya mempunyai nama besar. Yang sekarang dilakukan oleh Bear Sterns bukan menerbitkan surat piutang, tetapi surat janji bayar atau surat utang. Atas dasar surat piutang kepada ratusan atau ribuan debiturnya, Bear Sterns menerbitkan surat utang kepada Lehman. Uang tunai hasil hutangnya dari Lehman dipakai untuk memberi kredit lagi kepada mereka yang membutuhkan rumah. Seringkali untuk membeli rumah kedua, ketiga oleh orang yang sama, sehingga potensi kreditnya macet bertambah besar.

Penerbitan surat berharga berbentuk surat janji bayar atau promes disebut securitization of security. Bahasa Indonesianya yang sederhana “mengertaskan kertas.” Surat berharga ini kita namakan surat berharga sekunder, karena tidak langsung dijamin oleh barang yang berbentuk rumah, melainkan oleh kertas yang berwujud surat janji bayar oleh bank hipotik yang punya nama besar.

Lehman memegang surat utang dari Bear Sterns dan juga dari banyak lagi perusahaan-perusahaan sejenis Bear Sterns. Seluruh surat ini dikelompokkkan lagi ke dalam wilayah-wilayah geografis, misalnya kelompok debitur California, kelompok debitur Atlanta dan seterusnya. Oleh Lehman kelompok-kelompok surat-surat utang dari bank-bank ternama ini dijadikan landasan untuk menerbitkan surat utang yang dibeli oleh Merril Lynch dan bank-bank lainnya dengan nama besar juga. Kita namakan surat utang ini surat utang tertsier.

Demikianlah seterusnya, satu rumah sebagai jaminan menghasilkan uang tunai ke dalam kas dan bank-bank ternama dengan jumlah keseluruhan yang berlipat ganda. Media massa negara-negara maju menyebutkan bahwa bank-bank tersebut melakukan sliced and diced, yang secara harafiah berarti bahwa satu barang dipotong-potong dan kemudian masing-masing diperjudikan. Maka banyak bank yang debt to equity ratio-nya 35 kali.

Sekarang kita bayangkan adanya pembeli rumah yang gagal bayar cicilan utang pokok beserta bunganya. Kalau satu tagihan dipotong-potong (sliced) menjadi 5, yang masing-masing dibeli oleh bank-bank yang berlainan, maka gagal bayar oleh satu debitur merugikan 5 bank. Ini sebagai contoh. Dalam kenyataannya bisa lebih dari 5 bank yang terkena kerugian besar, karena kepercayaan bank-bank besar di seluruh dunia kepada nama-nama besar investment banks dan hedge funds di AS.

Dampak pertama adalah bahwa bank tidak percaya pada bank lain yang minta kredit kepadanya melalui pembelian surat berharganya. Ini berarti bahwa bank-bank yang tadinya memperoleh likuiditas dari sesama bank menjadi kekeringan likuiditas, sedangkan bank-bank yang termasuk kategori investment bank atau hedge fund tidak mendapatkan uangnya dari penabung individual, tetapi dari bank-bank komersial atau sesama investment bank atau sesama hedge funds. Jadi dampak pertama adalah kekeringan likuiditas.

Dampak kedua adalah bahwa bank yang menagih piutangnya yang sudah jatuh tempo tidak memperoleh haknya, karena bank yang diutanginya tidak mampu membayarnya tepat waktu, karena pengutang utamanya, yaitu individu yang membeli rumah-rumah di atas batas kemampuannya memang tidak mampu memenuhi kewajibannya. Lembaga-lembaga keuangan di Amerika Serikat dengan sadar memberikan kredit rumah kepada orang yang tidak mampu. Itulah sebabnya namanya subprime mortgage. Sub artinya di bawah. Prime artinya prima atau bonafid. Jadi dengan sadar memang memberikan kredit rumah kepada orang-orang yang tidak bonafid atau tidak layak memperoleh kredit. Bahwa kepada mereka toh diberikan, bahkan berlebihan, karena adanya praktek yang disebut sliced and diced tadi. Dampak kedua ini, yaitu bank-bank gagal bayar kepada sesama bank mengakibatkan terjadinya rush oleh bank-bank pemberi kredit, antara lain kepada Lehman Brothers. Maka Lehman musnah dalam waktu 24 jam.

Ketika surat utang inferior yang disebut subprime mortgage macet, barulah ketahuan bahwa begini caranya memompakan angin ke dalam satu surat utang yang dijual berkali-kali dengan laba sangat besar.

Ketika balon angin keuangan meledak, Henry Paulson sudah menjabat menteri keuangan AS. Dia melakukan tindakan-tindakan yang buat banyak orang membingungkan, tetapi buat beberapa orang, dia manusia yang hebat, tegas, dan menurutnya sendiri bersenjatakan bazooka. (Newsweek tanggal 29 September 2008 halaman 20). Ada alasan untuk menganggapnya orang hebat. Dia mahasiswa Phi Beta Kappa dari Dartmouth. Penghubung antara gedung putihnya Nixon dan Departemen Perdagangan. MBA dari Harvard, bergabung dengan Goldman Sachs Chicago di tahun 1974, menjadi CEO-nya dari 1998 sampai 2006. Dan sekarang menteri keuangan AS.

Maka dialah yang ketiban beban berat menghadapi krisis yang maha dahsyat yang sedang berlangsung. Tindakan-tindakannya seperti semaunya sendiri atau bingung. Dia memfasilitasi JP Morgan untuk membeli Bear Sterns dengan harga hanya US$ 2 per saham, yang dalam waktu singkat direvisi menjadi US$ 10. Fannie Mae dan Freddie Mac, perusahaan quasi milik pemerintah telah memberikan jaminan kredit sebesar US$ 5,4 trilyun. Untuk menyelamatkannya dua perusahaan penjaminan kredit tersebut dibeli oleh pemerintah dengan jumlah uang US$ 80 milyar. Lehman Brothers disuruh bangkrut saja. Merril Lynch dijual kepada Bank of America. Akhirnya dia menyodorkan usulan supaya pemerintah AS menyediakan uang US$ 700 milyar untuk menanggulangi krisis. Kongres marah, karena alasan ideologi. Bagaimana mungkin bangsa yang kepercayaannya pada keajaiban mekanisme pasar bagaikan agama mendadak disuruh intervensi dengan uang yang begitu besar? Wall Street guncang luar biasa. Kongres rapat lagi dan “terpaksa” menyetujui usulan Hank Paulson dan Bernanke, Presiden Federal Reserve, supaya pemerintah AS menggunakan uang rakyat pembayar pajaknya sebesar Rp 700 milyar untuk mencoba menyelesaikan masalah keuangan yang maha dahsyat itu. Saya katakan mencoba, karena setelah disetujui, Wall Street tetap saja terpuruk.

Maka masyarakat menjadi panik, kepercayaan kepada siapapun hilang. Dengan adanya pengumuman bahwa perusahaan-perusahaan besar dengan nama besar dan sejarah yang panjang ternyata bangkrut, saham-sahamnya yang dipegang oleh masyarakat musnah nilainya. Masyarakat bertambah panik.

Seperti telah dikemukakan sangat banyak kertas-kertas derivatif diciptakan oleh bank-bank dengan nama besar, sehingga tanpa ragu banyak bank-bank besar di seluruh dunia membelinya sebagai investasi mereka. Kertas-kertas berharga ini mendadak musnah harganya, sehingga banyak bank yang menghadapi kesulitan sangat kritis.

Dampaknya terhadap Indonesia

Secara rasional dampaknya terhadap Indonesia sangat kecil, karena hubungan ekonomi Indonesia dengan AS tidak ada artinya. Praktis tidak ada uang Indonesia yang ditanam ke dalam saham-saham AS yang sekarang nilainya merosot atau musnah. Hanya milik orang-orang Indonesia kaya dan super kaya yang tertanam dalam saham-saham perusahaan-perusahaan AS. Uang inipun jauh sebelum krisis sudah tidak pernah ada di Indonesia.

Dampak yang riil dan sekarang terasa ialah dijualnya saham-saham di Bursa Efek Indonesia oleh para investor asing karena mereka membutuhkan uangnya di negaranya masing-masing. Maka IHSG anjlok. Uang rupiah hasil penjualannya dibelikan dollar, yang mengakibatkan nilai rupiah semakin turun. Namun sayang bahwa kenyataan yang kasat mata ini tidak mau diakui oleh pemerintah, sehingga pemerintah memilih membatasi Bursa Efek dalam ruang geraknya dengan cara mengekang Bursa Efek demikian rupa, sehingga praktis fungsi Bursa Efek ditiadakan.

Kebijakan lain ialah mengumumkan memberikan jaminan keamanan dan keutuhan uang yang disimpan dalam bank-bank di Indonesia sampai batas Rp 2 milyar. Ini sama saja mengatakan kepada publik di seluruh dunia supaya jangan menyimpan uangnya di bank-bank di Indonesia yang melebihi Rp 2 milyar.

Karena pengaruh teknologi informasi yang demikian canggihnya, semua berita-berita tentang krisis yang melanda negara-negara maju dapat diikuti. Pengaruh psikologisnya ialah kehati-hatian dalam membelanjakan uangnya yang berarti konsumsi akan menyusut dengan segala akibatnya.

Setelah Bank Indonesia menjadi independen ada kecenderungan terjadinya ego sektoral. Karena tugas pimpinan BI terfokus pada menjaga stabilitas nilai rupiah dan menjaga tingkat inflasi, semuanya dipertahankan at any cost. Maka di banyak negara maju yang menjadi cikal bakal pikiran independennya bank sentral menurunkan tingkat suku bunga, di Indonesia dinaikkan sangat tinggi yang lebih memperpuruk sektor riil yang sudah terpuruk karena menurunnya drastis permintaan dari negara-negara tujuan ekspor.

Hal yang kurang dipahami adalah faktor-faktor, kekuatan-kekuatan serta mekanisme yang bekerja setelah meletusnya gelembung angin (bubble) keuangan menyeret perekonomian global ke dalam spiral yang menurun.

Sejak lama kita mengenal adanya gejala gelombang pasang surutnya ekonomi atau business cycle atau conjunctuur yang selalu melekat pada sistem kapitalisme dan mekanisme pasar. Cikal bakal tercapainya titik balik teratas menuju pada kemerosotan, dan sebaliknya, cikal bakal tercapainya titik balik terendah menuju pada kegairahan dan peningkatan ekonomi bisa macam-macam. Tetapi pola kemerosotan dan pola peningkatannya selalu sama.

Seberapa besar pemerintah mempunyai kemampuan mempengaruhinya tergantung pada struktur ekonomi dalam aspek perbandingannya antara ketersediaan modal dan ketersediaan tenaga kerja. Bagian ini dari ekonomi tidak banyak dibicarakan oleh para ahli. Apakah karena mereka kurang paham, ataukah gejala business cycle sudah mati, sudah kuno dan tidak berlaku lagi?

Kita telusuri dalam tulisan berikutnya.

Oleh Kwik Kian Gie

http://www.koraninternet.com/webv2/lihatartikel/lihat.php?pilih=lihat&id=9871