Ilmu Saham | ISX Stock Market Resource Center

New Comer Best Investing/trading system: Profitunity

Posted in from Stock Expert, Trading System by ilmusaham on November 17, 2009

Embah kebetulan lagi punya project mempopulerkan Profitunity trading system:

  • Profitunity ini betul betul 1 SET LENGKAP trading tool, DASAR TEORI dan PETUNJUK TRADING sehari hari, jadi tidak memerlukan tool yg lain lagi.
  • Profitunity jika dipelajari penuh 2 jam sehari bisa dikuasai dalam sebulan, selebihnya untuk menambah jam terbang.

Trading tool yg diberikan oleh profitunity kurang lebih sbb:

  • ALLIGATOR yaitu alat untuk mencari saham yg bagus, profitable, UP trending dan untuk menghindarkan dari saham yg tidur, merugikan, rangebound dll
  • Indicator Momentum, alat untuk mengukur kecepatan saham bergerak
  • Indicator Accelerator, alat untuk mengukur percepatan saham bergerak
  • Indicator Zone, alat untuk mengidentifikasikan saham yg lagi ngeTUNE
  • Indicator Balance Line, alat untuk membantu memeriksa kesehatan pada harga yg bergerak.
  • Indicator Fractal dan Elliott Wave, karena Underlying structure dari pergerakan harga mengikuiti aturan2 dari Elliott Wave.
  • dll tool tambahan

 

Tool tool ini sangat sederhana conceptnya jadi mudah dipelajari, tidak ada tool dengan concept DERIVATIVE seperti RSI, WR dll, tapi dibalik kesederhanaannya tersimpan POTENSI BESAR sebagai dasar untuk melakukan Investasi maupun Trading…

Jadi embah merekomendasikan Profitunity untuk orang yg benar benar baru di pasar modal.

Note:
Disamping itu, Indicator Buaya saja sudah cukup untuk menghindarkan seseorang dari kecilakaan dibursa…

Tentunya sesudah anda menguasai Profitunity, anda bisa mempelajari tool yg lain, tapi pada dasarnya profitunity sudah cukup lengkap.

Source:  jsx_consultant/OB

Tagged with:

The Practical Fractal – A New Map for Traders – Bill Williams

Posted in Trading Resources, Trading System, Tutorial by ilmusaham on November 2, 2009

Learn why the science of Chaos Theory draws a more accurate picture of market action and intention than other approaches and how you can apply this theory to your trading and daily life. This opportunity allows you to gain the benefit of years of experience in two hours while learning Profitunity’s unique “10 second analysis”. You will learn why over 90% of all traders lose money consistently while 50% of all contracts make money on each price change, even though traders rank in the top 10 percent of intelligence of the general population.

Bill believes that most traders lose because they use the wrong logic maps. Linear techniques from classical physics and the most common technical indicators simply don’t make profits in non-linear markets. He discusses which techniques to use (only three to trade the Profitunity technique) and which to avoid. You will learn why the usual axioms (“buy low, sell high” and “follow the trend”) throw you off the profit trail and why concepts such as “bullish/bearish consensus”, “oversold” and “overbought” do not really exist. To continuously trade profitably, you must “stop the lies and listen to the truth.” In trading, your brain is not your friend.

In the second part of this session you will earn unique ways to “boot up” your “twin-hemispheric neck top computer” to get in synch with the market, producing better trading and more relaxation while trading. It may be time to stop optimizing your computer and start optimizing yourself. You will receive trading setups that will automatically show Profitunity signals real time. You will also learn the five words that will guarantee your success in trading the markets

hxxp://tv.ino.com/media/INLV94BW/workbook.pdf
hxxp://tv.ino.com/media/INLV94BW/1.mp3
hxxp://tv.ino.com/media/INLV94BW/2.mp3
hxxp://tv.ino.com/media/INLV94BW/3.mp3
hxxp://tv.ino.com/media/INLV94BW/4.mp3

Bill Williams Chaos Theory (include eBook, Fractal, Alligator, Awesome Oscillator, etc)

Posted in Trading System by ilmusaham on October 22, 2009

by: “Eco Syariah”

Kebetulan saya dapat THR Idul Fitri 1430H dari googling tentang Alligator System… dan ingin share serta dapat pencerahannya.

Berikut link dari Bill Williams Chaos Theory (include Fractal, Alligator, Awesome Oscillator, etc)
http://www.alpari.co.uk/en/market-analysis-guide/chaos-theory/chaos-theory.html

Dan ini link ebook bahasa Indonesia yg meterjemahkan dari Bill Williams Chaos Theory (di atas) dan ditulis oleh seorang Forex Trader di Forexindo (Originally Posted by *4051fx : ” *Memang tidak ada versi Indonesia nya, ini
saya terjemahkan sendiri, mohon koreksi kalo ada salah terjemahkan” *)*

- link diskusinya:
http://www.forexindo.com/forum/strategi/406-chaos-trading-sistem.html
– link ebook :
http://www.4shared.com/file/50740942/742c85ce/Chaos_Theory_Bill_William_versi_Bahasa_Indonesia.html
– Berikut cuplikan terjemahannya (cukup membantu dan mudah dipahami – terutama bagi saya yg inglishnya tulalit… hehehe)

*CHAOS THEORY*
*BY BILL WILLIAM
*
*Overview*

Bill William mengembangkan konsep trading yang unik dengan menggabungkan psikologi trading dengan Theory Chaos dan efek istimewa yang terjadi di dalam market. Dia berpendapat bahwa keuntungan dari trading dan investing
ditentukan oleh psikologi manusia dan bahwa setiap orang bisa menjadi seorang trader/investor yang profitable jika mereka memahami apa yang terjadi pada market yang bergerak acak.

Bill William mengatakan fundamental atau teknikal analysis tidak bisa menjamin hasil profit yang konsisten karena mereka tidak melihat keadaan yang sebenarnya dari market. Lebih lanjut, Bill William mengatakan bahwa
trader kebanyakan rugi karena mereka mengandalkan tipe analisis yang berbeda-beda, di mana menjadi tidak berguna pada model dinamis nonlinear, yaitu pada market sesungguhnya.

Trading adalah permainan psikologi, cara untuk merealisasikan diri dan pengetahuannya, jadi cara terbaik untuk menjadi sukses yaitu mencari gaya trading anda sendiri, mengenal trading anda dengan baik dan menjalankannya
apapun yang terjadi. Untuk itu, ada 2 aspek yang signifikan: pengetahuan tentang diri sendiri dan memahami struktur market itu sendiri.

Berikut ini adalah pandangan Bill William tentang mudahnya menghasilkan uang jika anda memahami struktur dari market/pasar. Untuk melakukan hal tersebut anda harus mengetahui bagian yang tak terpisahkan dari market yang dinamakan dimensi.

===================

Sumbernya memang diskusi forex, tapi bisa juga kan dipakai di saham ? Oh iya… software dalam artikel adalah MetaStock, untuk pemakai AmiBroker, AFL William Alligator System II bisa didonlot dari AFL Library.

Maaf kalau sudah pernah tau linknya … semoga bermanfaat dan mohon pencerahannya.

Terima kasih atas terjemahan dan postingnya mas *4051fx*.

ES

PGAS Case Study Sep 10, 2009

Posted in from CLUB, from Stock Expert by ilmusaham on September 10, 2009

By: Ratman

Waktu yang saya tunggu2 PGAS hit all time high dimana saya akan beli lagi PGAS telah tiba.

Gambar berikut ini cara saya mengikuti jejak Bandar PGAS

  1. Kotak pertama menunjukan kekuatan supply and demand (Bidd/Offer) pada waktu pengambilan keputusan jam 14:15
  2. Kotak kedua menunjukan apakah terjadi Net Buy (Akumulasi) atau Net sell (Distribusi). Didalam kaitan ini yang terjadi adalah Asing (Fg) melakukan Net Buy yang besar sekali. Sell volum asing kecil seali yaitu ML  sebanyak 6200 lot.
  3. Kotak ketiga menujukan broker-broker mana saja yang berperan dan berapa banyak mereka melakukan pembelian atau penjualan
  4. Kotak keempat menujukan diharga –harga berapa saja terjadi transaksi dan berapa banyak transaksinya

Semuany dilakukan dengan OLTS dengan klik sana klik sini dalam waktu singkat dan transaksipun dilakukan dengan menekan tombol buy

Target price jangka panjang adalah berdasarkan QUIZ Cup and handle PGAS yang salah satu jawabannya telah disampaikan satu member yaitu ditambahkan dengan dalamnya Cup. Maka target jangka panjang adalah sekitar 5500.  Seingat saya pada waktu posting EW, target ini tidak jauh dari target EW

Ini cara saya jadi tidak usah diikuti dan tentu saja yang lain memiliki caranya masing2

pgas-10Sep09-case

Tagged with:

Chaos Analysis by Bill Williams

Posted in Trading Resources by ilmusaham on September 10, 2009

Chaos Analysis  by Bill Williams

Download:

Chaos Analysis

Trading with ICHIMOKU

Posted in from CLUB, Shared Lessons Learned, Trading Resources, Useful Tools by ilmusaham on September 8, 2009

Lesson from Djoni Agus:

  • June 10th 2008:  STRONG SELL SIGNAL
  • March 18th 2009:  STRONG BUY SIGNAL, golden cross above the Kumo
  • Sept 07th 2009: WEAK SIGNAL, golden cross still above the Kumo

ICHIMOKU_JKSE_JUNE_1008_MAR_18SEPT07

Ichimoku AFL, source: Amibroker AFL Library

_SECTION_BEGIN(“IchimokuBrian20080624″);
/*
ICHIMOKU CHART
A bullish signal occurs when the Tenkan-Sen (RED line) crosses the Kijun-Sen (BLUE line) from below.
Conversely, a bearish Signal is issued when the Tenkan-Sen crosses the Kijun-Sen from above.
Support and resistance levels are shown as Kumo (or clouds). The Kumo can also be used to help identify
the prevailing trend of the market. If the price line is above the Kumo, the prevailing trend is said to be up,
while if the price is below the Kumo, the prevailing trend is said to be down. The default colour here for the clouds is
light blue – but the hue, etc, parameters can be adjusted to suit the user’s display.
The theory is that the bullish signals are strong when the TL,SL cross occurs above the cloud; it is medium within the
cloud, and weak if it occurs below the cloud. These are shown here as green solid up arrows, green up triangles and hollow
indigo up arrows respectiveley.
Conversely, the bearish signals are said to be strong when the cross is below the cloud and weak when above. These signals
are plotted as down red arrows or triangles, or brown hollw down arrows.
As an attempt at clarity on a cluttered plot, all signal arrows, etc are plotted within the clouds (rather than near the
candles as is normal). The user can also toggle between a candle plot or a line plot of the close price, to reduce
the clutter somewhat.
A final feature of the Ichimoku chart is the VIOLET line, or Chikou Span (or Lagging Span). It is said that this line
indicates the strength of the buy or sell signal. If the Chikou Span is below the closing price and a sell signal occurs,
then the strength is with sellers, otherwise it is a weak sell signal. Conversely, if a buy signal occurs and the Chikou
Span is above the price, then there is strength to the upside. These considerations could  be coupled with the other
signals, if desired, but this has not been done here.
Final Comment: This program produces quite a pretty graph – but I have not so far been impressed with the signals!
I have seen many weak signals followed by strong moves and strong signals followed by weak moves. Typical of technical
analysis I guess. If anyone finds the Ichimoku approach useful I would be keen to hear about it.
*/
SL = ( HHV( H, 26 ) + LLV( L, 26) )/2;// standard, base, or kijun-sen line
TL = ( HHV( H, 9 ) + LLV( L, 9 ) )/2;// turning, conversion, or tenkan-sen line
DL = Ref( C, 25 ); // delayed close price, or chikou span
Span1 = Ref( ( SL + TL )/2, -25 ); //Span1 and Span2 define the clouds
Span2 = Ref( (HHV( H, 52) + LLV(L, 52))/2, -25);
CStyle = ParamToggle(“Showcandles?”,”N|Y”);//Choose Candle or Line for Price plot
hue = Param(“Hue”,140,0,255,1);
sat = Param(“Sat”,100,0,255,1);
bri = Param(“bri”,220,0,255,1);
MaxGraph = 8;
Refline = (Span1 + Span2)/2;
Graph0 = Refline;
Graph0Style = 16;//No line plotted, used as a reference line for arrows etc.
if(Cstyle )
Plot(C,”Price”,colorBlack,styleCandle);
else
Plot(Close,”Close”,colorBlack,styleThick);
Plot(SL,”SL”,colorBlue,styleThick);
Plot(TL,”TL”,colorRed,styleThick);
Plot(DL,”DL”,colorLime,styleThick);
PlotOHLC(Span1,Span1,Span2,Span2,”Cloud”,ColorHSB(Hue,sat,bri),styleCloud);
above = IIf(TL>Span1 AND TL>Span2,1,0);
within = IIf(TL>Span1 AND TL<Span2,1,0);
below = IIf(TL<Span1 AND TL<Span2,1,0);
Buy = Cross(TL,SL) AND (DL>Close);
Sell = Cross(SL,TL) AND (DL<SL);
StrongBuy = Buy AND above;
MediumBuy = Buy AND within;
WeakBuy = Buy AND below;
StrongSell = Sell AND below;
MediumSell = Sell AND within;
WeakSell = Sell AND above;
IIf( (StrongBuy),PlotShapes(shapeUpTriangle*StrongBuy,colorGreen),0);
IIf( (MediumBuy),PlotShapes(shapeUpArrow*MediumBuy,colorGreen),0);
IIf( (WeakBuy),PlotShapes(shapeHollowUpArrow*WeakBuy,colorIndigo),0);
IIf( (StrongSell),PlotShapes(shapeDownTriangle*StrongSell,colorRed),0);
IIf( (MediumSell),PlotShapes(shapeDownArrow*MediumSell,colorRed),0);
IIf( (WeakSell),PlotShapes(shapeHollowDownArrow*WeakSell,colorBrown),0);
_SECTION_END();

Blackberry Stock monitoring tools

Posted in Useful Tools by ilmusaham on June 8, 2009

Blackberry Stock monitoring tools:

http://btest.bloomberg.com/blackberry/43/download.jad

Mengetahui Perbedaan Retracement dan Reversal

Posted in Tutorial by ilmusaham on May 9, 2009

Kebanyakan dari kita bertanya-tanya, apakah penurunan harga saham bertahan untuk jangka panjang atau akan tersendat. Beberapa dari kami telah menjual saham kami dalam situasi seperti ini, hanya untuk melihatnya naik ke harga highs baru setelah beberapa hari kemudian. Ini adalah frustasi dan skenario yang umum, namun hal ini dapat kita hindari jika anda tahu cara untuk mengidentifikasi dan mengetahui retracements yang benar.

Apa Itu Retracements?

Retracements adalah harga reversals sementara yang berlangsung dalam trend panjang. Kuncinya di sini adalah harga reversals sementara dan tidak mengindikasikan perubahan dalam trend panjang.

Gambar 1 menunjukkan contoh retracements dalam price action sebuah pergerakan saham

retracement1

Gambar 1

Pentingnya Mengenali Retracements

Penting untuk mengetahui cara membedakan retracement dari reversal. Ada beberapa kunci perbedaan utama antara keduanya:

retracement1-1

Gambar 2

FAKTOR

1. Volume Retracement: Pengambilan keuntungan oleh pelaku pasar retail

Volume Reversal: Penjualan oleh institusi atau investor besar

2. Arus Uang Retracement: Minat Buy meningkat selama trend menurun

Arus Uang Reversal: Minat untuk Buy sedikit

3. Pola Grafik Retracement: Banyak pola reversal, terbatas pada candles

Pola Grafik Reversal: Beberapa pola reversal, pola grafik (double top, dll)

4. Minat Short Retracement: Tidak ada perubahan pada minat Short

Minat Short Reversal: Minat Short meningkat

5. Time Frame Retracement: Short-term reversal, berlangsung tidak lebih dari satu atau dua minggu

Time Frame Reversal: Long-term reversal, berlangsung lebih dari beberapa minggu

6. Fundamental Retracement: Tidak ada perubahan pada fundamentals

Fundamental Reversal: Perubahan spekulasi akan perubahan fundamental

7. Aktivitas Terbaru Retracement: Biasanya terjadi setelah keuntungan besar

Aktivitas Terbaru Reversal: Bisa terjadi kapan saja, bahkan selama perdagangan reguler

8. Candlesticks Retracement: “Indecision” candles – terdapat tipikal long tops dan bottoms (spinning tops, dll)

Candlesticks Reversal: Reversal candles – termasuk engulfings, soldiers dan pola yang sejenis yang lainnya

Jadi, mengapa mengetahui retracements sangat penting? Ketika harga berbalik, sebagian besar pelaku pasar dan investor berhadapan dengan keputusan sulit. Mereka memiliki tiga pilihan:

1. Terus menahan sell-off, dapat mengakibatkan kerugian besar jika retracement ternyata menjadi tren reversal yang lebih besar.

2. Menjual dan membeli kembali ketika harga recovery akan menghamburkan uang untuk komisi dan spreads. Ini juga mengakibatkan kehilangan kesempatan jika harga recovery tajam.

3. Menjual secara permanent dapat mengakibatkan kehilangan kesempatan jika harga recovery.

Dengan mengidentifikasi pergerakan retracement atau reversal, Anda dapat mengurangi biaya, membatasi kerugian dan membangun keuntungan.

Menentukan Ruang Lingkup

Setelah Anda tahu cara untuk mengidentifikasi retracements, Anda dapat mempelajari cara untuk memastikan ruang lingkup. Berikut ini adalah alat yang paling populer yang digunakan:

• Fibonacci retracements

• Pivot point support dan resistance

• Trendline support dan resistance

Fibonacci Retracements

Fibonacci retracements adalah alat yang luar biasa untuk menghitung lingkup retracement. Mereka paling banyak digunakan di pasar valuta asing, tetapi juga digunakan di pasar saham. Untuk menggunakannya, cukup menggunakan alat fibonacci retracement (tersedia di sebagian besar software grafik) untuk menarik garis dari atas ke bawah dari impuls gelombang.

retracement2

Gambar 3

Pivot Points

Level pivot point juga sering digunakan pada saat menentukan lingkup dari retracement. Sebagian besar pelaku pasar melihat support terendah (S1, S2, S3), jika mereka break maka reversal dapat terbentuk.

Trendline Supports

Jika trendlines major mendukung trend yang lebih besar yang break pada volume tinggi, maka kemungkinan reversal akan terjadi. Pola grafik dan candlesticks sering digunakan dalam hubungannya dengan trendlines untuk mengkonfirmasi reversals

Berhadapan Dengan Signal Palsu

Meskipun retracement memenuhi semua kriteria yang tercantum dalam tabel Faktor diatas, dapat berubah menjadi reversal dengan sedikit peringatan. Cara terbaik untuk melindungi diri sendiri terhadap reversal adalah dengan menggunakan stop-loss poin. Di sini bagaimana Anda bisa melakukannya:

1. Anda dapat memperkirakan tingkat retracement menggunakan teknik analisis dan menempatkan stop-loss poin di bawah level tersebut.

2. Sebagai alternative, Anda bisa menempatkan stop-loss di bawah trendline support jangka panjang atau moving average.

Idealnya, apa yang ingin Anda lakukan untuk mengurangi resiko keluar pada saat retracement, sementara masih dapat keluar retracement dalam waktu yang tepat.

Kesimpulan

Sebagai pelaku pasar, Anda harus dapat membedakan antara retracements dan reversals. Tanpa pengetahuan ini, Anda beresiko terhadap banyak hal seperti, keluar terlalu cepat dan menghilangkan kesempatan, menahan posisi kekalahan dan kehilangan uang, dan membuang uang pada komisi atau spreads. Dengan menggabungkan teknik analisis dengan beberapa identifikasi langkah-langkah dasar, Anda dapat melindungi diri dari resiko dan menempatkan perdagangan Anda dengan lebih baik.

by: Andre Pamungkas

DJI Wave Status : Summary & Outlook (May 2009)

Posted in from CLUB by ilmusaham on May 1, 2009
dji_wave_status_may2009.jpg

dji_wave_status_may2009.jpg

Source: Ipat

Elliot Wave View of JCI and DJI from Satrio Utomo (14 Apr 09)

Posted in from CLUB, from Stock Expert by ilmusaham on April 14, 2009
Repost notes yang saya tulis awal April lalu…. mulai kejadian di hari-hari ini…

hehehe…

(gitu kok analis teknikal disuruh baca berita…. analis teknikal itu bisa aja jauh didepan berita… asal tahu caranya….)

———–

Kalau kita cermati disekitar kita, kita masih mendapati banyak analis fundamental yang belum bullish, padahal, market sudah bergerak lebih dari 10% dari bottomnya. Pertanyaannya: kapan sih mereka akan berubah menjadi bullish?

Marilah kita melihat gambar berikut ini:

Kita baru saja keluar dari Wave 2. Pada wave 2 ini ditandai dengan kondisi fundamental yang lebih jelek, tapi tidak bisa menekan harga turun lebih dalam dibandingkan dengan titik terendah sebelumnya. Dow mencetak titik terendah yang baru pada bulan Maret ini. Akan tetapi, penurunan IHSG hanya tertahan oleh support di 1261. IHSG tidak membuat titik terendah baru seperti yang diharapkan oleh banyak analis fundamental pada bulan Januari. Dan kemudian DJI rebound, dan IHSG mengikuti. Rebound yang terjadi, masih terada ‘irrasional’ bagi analis fundamental.

Sekarang.. dilihat dari posisi penutupan DJI semalam, dan IHSG kemarin, terdapat kemungkinan besar bahwa DJI dan IHSG akan memulai wave ke 3-nya. Pada gambar diatas dapat dilihat, bahwa wave 3 ditandai dengan market yang kuat, lebar, dan kondisi fundamental yang mulai membaik. Jadi kedepan, analis fundamental yang mulai ragu-ragu akan pendapat bearishnya, akan mulai mengubah pendapatnya menjadi sedikit lebih bullish, atau malah berubah 180 derajat menjadi bullish.

Menurut perkiraan saya sih… Analis fundamental biasanya baru berubah pendapat, jika wave 3 sudah terkonfirmasi. Artinya, jika IHSG mampu menembus titik tertinggi dari wave pertama (dalam hal ini, jika IHSG mampu menembus kisaran 1470 – 1500).. disaat itu nanti, sebentar lagi.. para analis fundamental mulai akan berubah menjadi bullish. Ini sesuai dengan karakteristik dari wave 3: Kuat, lebar, dan didukung oleh fundamental yang terbaik (lihat gambar di atas). Kapan? Bisa minggu ini, bisa minggu depan. Dan dilihat dari posisi DJI semalam, dan juga posisi IHSG kemarin, saya kira akan banyak analis fundamental yang mengikuti jejak JP Morgan dalam melakukan market outlook upgrade.

Dow akan bergerak menuju level 10.000 dalam waktu dekat. IHSG akan bergerak naik menuju 1610 (jika tidak extended), atau bahkan 1750 – 1850 (jika extended). Mari kita manfaatkan kenaikan ini dengan sebaik-baiknya.

Happy trading, semoga untung!!!

Satrio Utomo
Trader – Technical Analyst.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.